
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menyelenggarakan Webinar Literasi Digital bertema “Bijak Digital Tanpa Judi Online” pada Selasa (10/3) di Digi Studio, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya judi online sekaligus mendorong pemanfaatan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab.
Webinar ini menghadirkan Amelia Anggraini sebagai narasumber dari Komisi I DPR RI. Dalam paparannya, Amelia menegaskan bahwa judi online merupakan salah satu tantangan serius yang dihadapi masyarakat di era digital karena penyebarannya semakin masif melalui berbagai platform internet dan media sosial.
Menurut Amelia, perkembangan teknologi digital yang pesat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, namun juga membuka celah bagi munculnya berbagai aktivitas ilegal di ruang digital, termasuk praktik perjudian daring yang kerap menyasar generasi muda.
“Literasi digital menjadi kunci penting agar masyarakat mampu menggunakan internet secara bijak serta memahami risiko yang ada di ruang digital, termasuk bahaya judi online yang dapat merusak kehidupan sosial maupun ekonomi,” ujar Amelia.
Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang juga merupakan anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI, Amelia menekankan bahwa upaya pemberantasan judi online membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, hingga masyarakat luas. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan berbagai promosi atau iming-iming keuntungan instan yang sering digunakan oleh platform perjudian daring.
“Judi online sering kali dikemas dengan tampilan menarik dan promosi yang menggoda. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat literasi digital agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan tersebut,” tambahnya.
Selain Amelia Anggraini, webinar ini juga menghadirkan Gun Gun Siswadi yang membahas pentingnya strategi komunikasi dalam menyebarkan edukasi mengenai bahaya judi online. Ia menjelaskan bahwa kampanye literasi digital yang efektif dapat membantu meningkatkan kesadaran publik serta membangun sikap kritis masyarakat terhadap berbagai konten negatif di internet.
Sementara itu, Rosabela Izza menyoroti pentingnya peran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran besar sebagai pengguna aktif internet yang dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan nilai-nilai positif di ruang digital.
Kegiatan yang dipandu oleh MC M. Fatta Rayyan dan dimoderatori oleh Fitrotul Uyun ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Diskusi yang berlangsung membahas berbagai upaya pencegahan judi online melalui peningkatan literasi digital, edukasi publik, serta penguatan kesadaran masyarakat terhadap risiko aktivitas ilegal di ruang digital.
Sebagai penutup, kegiatan webinar turut dimeriahkan dengan penampilan hiburan dari UMR Project yang memberikan suasana santai dan mempererat interaksi antara narasumber dan peserta.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Jenderal KPM Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan meningkatnya literasi digital, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap berbagai ancaman di ruang digital, termasuk praktik judi online, sehingga tercipta ekosistem digital yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi seluruh masyarakat Indonesia.