Editorial
Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 12 Agu 2019 - 09:07:33 WIB
Bagikan Berita ini :

Data Pribadi Ku Aman Kah?

tscom_news_photo_1565575653.jpg
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Butuh dana cepat hingga ratusan juta dengan cepat segera hubungi, selamat anda mendapatkan hadiah ratusan juta rupiah.

Begitulah kira-kira setiap harinya mendapatkan short message service (SMS) atau dalam bahasa Indonesianya itu surat masa singkat yang masuk dalam handphone kita. Belum lagi, panggilan telepon yang menawarkan pinjaman atau sekedar menawarkan produk-produk tertentu.

Kadang berpikir, nomor handphone atau data-data pribadi seperti tempat tinggal, tempat kerja, Nomor Induk Kependudukan (NIK) hingga status jomblo atau tidaknya diketahui oleh khalayak banyak, didapat dari mana?

Padahal data-data pribadi hanya diberikan ke tempat-tempat yang ada urusan dengan pribadi kita sendiri. Apakah mungkin ada bisnis data pribadi? Tentu saja ada, bahkan bisnis data pribadi itu mencapai puluhan juta hingga ratusan juta.

Lalu, bagaimana negara melindungi warga negaranya untuk menjaga privasi? Sebenarnya, dalam Undang-Undang No. 24 tahun 2013 tentang perubahan Undang-undang Administrasi Kependudukan (adminduk) pasal 58 mengatur bahwa pemanfaatan data kependudukan untuk penggunaan pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal.

Demikian juga pasal 79 (1) mengamanatkan bahwa data perseorangan dan dokumen kependudukan wajib disimpan dan dilindungi kerahasaiaannya oleh negara.

Namun, aturan undang-undang tersebut belum utuh karena masih adanya ketidakjelasan perbedaan pelayanan publik dengan privat. Untuk itu, rancangan undang-undang (RUU) perlindungan pribadi saat ini masih dibahas oleh pemerintah dan akan diserahkan ke DPR RI.

Tapi, isunya ditingkat pemerintah masih ada perbedaan yang harus disinkronkan oleh tiga kementrian dalam melihat RUU Perlindungan Pribadi tersebut.Semoga segera diselesaikan karena kita butuh hal-hal yang privasi.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Editorial Lainnya
Editorial

Redam Harga Masker!

Oleh Firdaus
pada hari Selasa, 18 Feb 2020
Belakangan ini masyarakat terkejut dengan lonjakan harga masker hingga lebih 100% dan barangnya langka di beberapa apotik di Jakarta maupun daerah lainnya. Bahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ...
Editorial

Degradasi Etika Pejabat

Keputusan Pemerintah menentukan Pangkalan Militer TNI di komplek Pangkalan Udara Raden Sajad Kepulauan Natuna untuk lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan, China, adalah keputusan yang tepat. Pertama, ...