Oleh Bara Ilyasa pada hari Senin, 21 Okt 2019 - 08:56:48 WIB
Bagikan Berita ini :

Nyamannya Jokowi Bersama Prabowo Subianto

tscom_news_photo_1571623008.jpeg
(Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pertarungan politik antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo sudah berlangsung dua kali saat Pilpres 2014 dan Pilpres 2019. Kedua pertarungan politik tersebut selalu dimenangkan oleh Joko Widodo.

Tapi, komunikasi politik Prabowo Subianto usai Pilpres 2019 begitu lancar dan diterima oleh Joko Widodo. Bahkan, Partai Gerindra yang dikomandoi oleh Prabowo Subianto diwacanakan akan masuk dalam kabinet jilid II Joko Widodo.

Biasanya, setiap pertarungan politik menimbulkan kebekuan komunikasi politik apalagi Pilpres lalu terlihat masyarakat begitu terbelah dalam hal menentukan pilihan. Kedua tokoh politik tersebut menjadi simbol politik di masyarakat untuk menaruh harapan-harapannya.

Namun, Joko Widodo terlihat begitu nyaman menerima Prabowo Subianto dan memberikan karpet merah agar ikut masuk dalam kabinet demi kepentingan pembangunan bangsa.

Jika masuknya Prabowo Subianto di kabinet jilid II tentu akan merubah konstelasi politik saat ini. Peran-peran politik seperti Surya Paloh, Wiranto, Hendropiyono dan Luhut Binsar Panjaitan akan tergeser dengan masuknya Prabowo Subianto.

Apalagi, kedekatan Prabowo Subianto dengan partai politik pemenang Pemilu 2019 PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga sangat dekat sekali. Itu menunjukkan akan ada agenda politik menjalin kerja sama untuk membangun poros politik baru.

Mudahnya Prabowo Subianto berkomunikasi dengan Joko Widodo tentu juga karakter jenderal bintang tiga itu yang disebut oleh Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur merupakan orang paling iklhas di Indonesia.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Editorial

Redam Harga Masker!

Oleh Firdaus
pada hari Selasa, 18 Feb 2020
Belakangan ini masyarakat terkejut dengan lonjakan harga masker hingga lebih 100% dan barangnya langka di beberapa apotik di Jakarta maupun daerah lainnya. Bahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ...
Editorial

Degradasi Etika Pejabat

Keputusan Pemerintah menentukan Pangkalan Militer TNI di komplek Pangkalan Udara Raden Sajad Kepulauan Natuna untuk lokasi observasi 238 WNI dari Wuhan, China, adalah keputusan yang tepat. Pertama, ...