Berita

Papua Memanas, Jokowi Diminta Segera Turun Tangan

Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 29 Agu 2019 - 10:25:31 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1567049131.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kondisi Papua semakin panas. Gerakan yang diduga dimotori kelompok poros politik bersenjata disebut sedang bermanuver. Mereka disebut kelompok yang sedang memperjuangkan Papua merdeka dan ingin melepaskan Bumi Cenderawasih dari pangkuan NKRI.

Terbaru, warga Papua kembali menggelar aksi demo menyikapi peristiwa yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya.

Kali ini, demo digelar di Kabupaten Deiyai, Rabu (28/8/2019). Unjuk rasa jilid 2 ini berlangsung setelah sebelumnya unjuk rasa yang berakhir rusuh terjadi pada 24 Agustus lalu yang memakan korban.

Sedangkan demo kemarin, seorang anggota TNI AD menjadi korban tewas akibat terkena panah dan dua anggota Polri luka berat saat bentrok dengan massa. Anggota TNI yang tewas terkena panah itu diduga bernama Serda Rikson. 

Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera turun tangan dalam menyelesaikan masalah di Papua.

Sebab, menurutnya bila itu tidak dilakukan bisa-bisa akan berdampak kepada masalah yang lebih besar. 

"Di tangan Presiden Jokowi ada potensi Papua lepas dari NKRI. Sudah lampu kuning dan sinyal peringatan dini bagi Jokowi," kata Pangi yang ditulis dalam Twitter pribadinya Kamis (29/8/2019). 

"Itu lah mengapa pencitraan selfi tidak berguna," sambungnya. 

Pangi pun meminta, Jokowi untuk segera datang ke Papua dan berdialog dengan masyarakat setempat agar insiden ini segera berakhir dan keadaan kembali pulih. 

"Ayo ke Papua, temui rakyat anda, kenapa alergi, dulu sering ke Papua, sekarang beda," tegas Pangi. 

Terkait itu, Presiden Jokowi sendiri sebelumnya berjanji akan melakukan kunjungan kerja ke Jayapura, Papua, pada awal September 2019 mendatang. (Alf)

tag: #papua  #jokowi  #tnipolri  

Bagikan Berita ini :