Berita
Oleh ferdiansyah pada hari Rabu, 25 Sep 2019 - 21:16:49 WIB
Bagikan Berita ini :

Polisi Selidiki Dugaan Penyusupan Aksi Mahasiswa

tscom_news_photo_1569421009.jpeg
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki dugaan keberadaan penyusup dalam aksi unjuk rasa mahasiswa yang berujung bentrokan pada Selasa (24/9/2019) malam.

Kericuhan tersebut berlangsung hingga Rabu (25/9) dini hari dan kepolisian mengamankan 94 pendemo pada insiden tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, kepolisian sedang memeriksa secara intensif para pendemo yang diamankan. Pemeriksaan untuk mengetahui latar belakang mereka, apakah mereka yang diamankan memang mahasiswa atau penyusup.

"Kita akan pilah-pilah dari mana mereka ini. Apakah mereka ini dari adik-adik mahasiswa, masyarakat atau dari pihak-pihak lain yang tentunya masih kita dalami juga," kata Gatot, di Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Salah satu di antara 94 pendemo yang diamankan tersebut kemudian digeledah badan oleh petugas dan kedapatan membawa bom molotov. Pembawa bom molotov tersebut diketahui masih berstatus pelajar dan kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan oleh Polres Metro Jakarta Barat.

"Salah satu yang sudah kita katakan bawa bom molotov adalah seorang pelajar dan sudah kita amankan di Polres Jakarta Barat," tutur Gatot.

Ribuan mahasiswa dari perguruan tinggi di Jakarta dan sekitarnya menggelar aksi menolak pengesahan RUU KUHP, revisi UU KPK, dan RUU Pertanahan. Aksi yang semula berjalan damai itu berakhir ricuh setelah pendemo mulai merangsek kawat berduri untuk masuk ke dalam komplek Gedung DPR/MPR RI.

Melalui salah satu koordinator aksi yang berorasi, pendemo merobohkan pintu besi gedung anggota legislatif itu hingga kericuhan pecah. Massa melemparkan benda seperti botol air mineral, botol kaca, batu, dan kayu ke arah aparat yang telah dilengkapi tameng, helm, serta rompi pelindung tubuh.

Karena pendemo terus memaksa masuk ke Gedung DPR/MPR RI, petugas menyemprotkan watercannon dan melepaskan tembakan gas air mata guna memecah konsentrasi massa yang mulai tidak terkendali. Tak pelak insiden tersebut menimbulkan korban luka, baik dari sisi petugas keamanan maupun dari sisi pengunjuk rasa.

Gatot mengatakan 39 polisi terluka dalam insiden tersebut. Sedangkan dari sisi mahasiswa tercatat ada ada 254 mahasiswa yang dirawat jalan dan ada 11 orang yang harus menjalani rawat inap. (plt/ant)

tag: #aksi-mahasiswa  #polda-metro-jaya  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Berita Lainnya
Berita

PM Malaysia Bantah Isu Berobat ke Singapura

Oleh Aries Kelana
pada hari Kamis, 28 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – baru-baru ini sejumlah gosip berhembus yang mengatakan bahwa Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tengah menjalani pengobatan di Singapura. Di negeri Singa ...
Berita

Anggota DPR Ini Sebut Ada Empat Poin Kemudahan Bagi UMKM di RUU Cipta Kerja, Apa Saja?

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtarudin mengungkapkan, Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja akan memberi kemudahan dan perlindungan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah ...