Oleh ferdiansyah pada hari Jumat, 04 Okt 2019 - 09:02:21 WIB
Bagikan Berita ini :

Pakar: Perppu KPK Berpotensi Picu Konflik Baru

tscom_news_photo_1570154541.jpeg
Gedung KPK (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Analis Politik Sulthan Muhammad Yus menyebutkan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) UU KPK yang baru disahkan oleh DPR akan menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Sulthan, di Jakarta, Kamis (4/10/2019), menyadari bahwa Perppu boleh dikeluarkan Presiden Joko Widodo jika dalam keadaan darurat atau kebuntuan peraturan.

Perppu, lanjut dia, berlaku seketika sejak dikeluarkan, tetapi bersifat sementara. Sebab, dalam waktu satu kali masa sidang DPR menggunakan kewenangannya untuk menilai objektivitas Perppu.

"Maka jika DPR telah ada kebulatan tekad untuk merevisi UU KPK, maka langkah presiden bisa dilihat sebagai atraksi politik semata. Ujungnya Perppu bisa dibatalkan karena tidak mendapat persetujuan DPR. Nah ini kan sama saja dengan mengadu domba rakyat dengan wakilnya," kata Sulthan.

Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia ini menilai Perppu KPK juga bisa melahirkan konsekuensi hukum di masa yang akan datang.

Oleh marena itu, jangan sampai karena prasangka buruk sebagian pihak, Perppu dikeluarkan.

"Saya pikir negara tidak perlu lah menghabiskan energi untuk hal-hal prejudice semacam ini," jelasnya.

Dia menganggap UU KPK sudah disahkan. Presiden melalui menterinya telah memberikan persetujuan sebelum diparipurnakan oleh DPR. Karena itu, wacana mengeluarkan Perppu bagian dari manuver politik semata.

Subjektivitas presiden dalam menilai hal ihwal kegentingan yang memaksa sebagai landasan utama Perppu, tambah dia, telah diobjektifkan melalui putusan Mahkamah Konstitusi.

"Dalam perspektif saya kondisi sekarang tidak ada persoalan hukum mendesak dengan revisi UU KPK, tidak ada juga kekosongan hukumnya, KPK juga masih berjalan sebagaimana mestinya. Jadi sama sekali tidak memenuhi parameter Perppu tersebut," ucapnya.(plt/ant)

tag: #kpk  #korupsi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Blak-blakan Deddy Corbuzier Soal Motif Wawancara Siti Fadilah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Presenter Deddy Corbuzier blak-blakan motif wawancaranya dengan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang kini jadi terpidana kasus ...
Berita

DPR Pertanyakan Alasan Menkumham Menggunduli Habib Bahar Bin Smith

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Akhir-akhir ini Penceramah Habib Bahar bin Smith masih menjadi sorotan terutama mengenai rambutnya yang dibotakin oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas ...