Oleh pamudji pada hari Jumat, 11 Okt 2019 - 16:43:47 WIB
Bagikan Berita ini :

Bank Indonesia: Rp195,5 Triliun Modal Asing Mengalir ke Indonesia

tscom_news_photo_1570787027.jpeg
Gubernur BI Perry Warjiyo (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran investasi asing ke instrumen portofolio pasar keuangan domestik mencapai Rp195,5 triliun dari awal tahun hingga 10 Oktober 2019.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (11/10/2019) menilai realisasi tersebut cukup baik dan menunjukkan masih tingginya kepercayaan investor asing terhadap kondisi dan fundamental perekonomian Indonesia.

Indonesia masih menikmati kepecayaan investor portofolio asing di tengah tren penurunan suku bunga instrumen keuangan domestik menyusul pemangkasan beruntun suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate menjadi 5,25 persen.

Meski sudah tiga kali suku bunga acuan turun, Bank Sentral meyakini tingkat bunga atau imbal hasil yang ditawarkan instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) masih mampu menarik modal masuk.

"Itu menunjukkan kepercayaan diri terhadap ekonomi Indonesia maupun imbal hasil investasi dalam negeri terkait SBN masih cukup kuat dan terbukti dari berlanjut arus modal asung ke SBN," ujar dia.

Dari keseluruhan modal asing Rp195,5 triliun tersebut, sebanyak Rp140,6 triliun diinvestasikan ke SBN dan Rp52,9 triliun ke instrumen saham.

Adapun dalam sepekan terakhir (week to date) hingga 10 Oktober 2019, modal asing masuk sebesar Rp3,04 triliun ke SBN. Namun seiring hal itu, telah terjadi modal keluar Rp360 miliar dari pasar saham.

Menurut Perry, terjadi volatilitas arus modal ke instrumen saham karena tekanan dari fluktuasi ekonomi global.

Kondisi global saat ini memang masih dirundung ketidakpastian karena dinamika perang dagang antara AS dan China, penurunan harga komoditas, serta dinamika geopolitik seperti unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong.

Namun derasnya arus modal asing membuat pergerakkan nilai tukar rupiah cukup stabil. Hingga Jumat pukul 15.00 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangkan dengan kurs sebesar Rp14.150 per dolar AS atau relatif sama dengan kurs penutupan Kamis (10/10/2019). (plt)

tag: #bank-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Klarifikasi Penghapusan Mapel Sejarah Disebut Hanya Mengulang Kasus POP

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Komisi Pendidikan (Komisi X) DPR, Abdul Fikri Faqih, mengatakan kabar penghapusan mata pelajaran (mapel) sejarah yang kemudian diklarifikasi pemerintah hanya ...
Berita

Irma Suryani: Pilkada 2020 Tak Perlu Ditunda

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politikus Nasdem non aktif Irma Suryani Chaniago sependapat dengan sebagian kalangan bahwa Pilkada serentak di 270 daerah pada 9 Desember 2020 tidak perlu ditunda. Hal ...