Tak Ada 'Bulan Madu' untuk Menteri Ekonomi

Oleh pamudji pada hari Selasa, 22 Okt 2019 - 07:52:25 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1571705545.jpeg

Ilustrasi (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menteri-menteri ekonomi Kabinet Kerja Jilid II harus segera bekerja dan membuat kebijakan jangka pendek. Mereka tidak perlu melakukan "bulan madu" karena harus fokus menghindarkan Indonesia dari ancaman krisis.

"Tidak ada "bulan madu". Jika satu tahun Indonesia terpuruk, maka sulit untuk bangkit," kata Ketua Bidang Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Iwantono menilai ekonomi Indonesia kini menghadapi persoalan berat. Menurut dia, kondisi ekonomi global sedang kurang bagus dan Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dari sebelumnya 5,1 persen menjadi 5 persen.

Saat ini, lanjut dia, Indonesia juga menghadapi defisit neraca perdagangan.

Dia berpandangan, langkah-langkah ekonomi satu tahun mendatang akan sangat menentukan ekonomi selanjutnya. Jika pemerintah mampu membuat langkah yang baik maka Indonesia akan terhindar dari krisis. Namun sebaliknya, jika tidak maka akan terpuruk.

Oleh karenanya Iwantono meminta Presiden untuk tidak memilih menteri-menteri bidang ekonomi yang harus belajar lagi.

"Namun, bukan berarti harus memilih menteri lama, tapi orang-orang yang benar-benar sudah mengerti kondisi perekonomian Indonesia," kata dia.

Dia menambahkan, menteri-menteri dari milenial hendaknya tidak ditempatkan ke bidang-bidang yang memerlukan langkah cepat dalam menghadapi persoalan ekonomi, karena dikhawatirkan mereka harus belajar terlebih dahulu. 

"Padahal kita memerlukan langkah cepat," katanya.

Selain itu, Iwantono juga mengharapkan penggabungan atau pemisahan kementerian harus dilakukan dengan hati-hati atau lebih baik jangan dilakukan terlebih dahulu.

Jangan sampai, kata dia, menteri justru memikirkan masalah-masalah administrasi di kementeriannya akibat ada pemisahan atau penggabungan lembaga.(plt)

tag: #ekonomi-indonesia  #menteri-jokowi  

Bagikan Berita ini :