Haji Lulung Minta Polemik Anies Mirip Meme Joker Diakhiri

Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 04 Nov 2019 - 11:09:12 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1572840552.jpg

Anggota Fraksi PAN DPR RI, Haji Lulung. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI, Abraham "Lulung" Lunggana angkat suara terkait ribut-ribut dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando yang dianggap menghina Gubernur DKI Anies Baswedan.

Haji Lulung mengaku prihatin sampai saat ini ruang publik masih diwarnai nada-nada ujaran kebencian karena perseteruan kepentingan politik.

Padahal, menurutnya, narasi-narasi hinaan dan kebencian hanya akan membuat keterbelahan semakin melebar di akar rumput.

"Saya prihatin ruang publik masih diisi dengan keributan-keributan yang tidak pantas. Ini hanya membuat kita satu sama lain terus berkonflik dengan rasa kebencian terhadap sesama anak bangsa," kata Haji Lulung kepada TeropongSenayan, Jakarta, Senin (4/11/2019). 

Haji Lulung merasa terganggu karena foto pemimpin rakyat Jakarta dijadikan objek olok-olok dan disebarkan di media sosial.

Karena itu, Haji Lulung meminta polemik postingan foto Anies Baswedan dengan tata rias tokoh fiksi Joker segera diakhiri. Dia meminta masyarakat berhenti berlaku tidak pantas kepada siapapun, terlebih kepada seorang pemimpin. 

"Biarkan Pak Anies bekerja secara profesional, kasih masukan dan kritikan yang positif. Artinya, mari semua pihak berpastisipasi. Saya mendukung kritikan-kritikan yang disampaikan, tapi tidak perlu dengan kata-kata Anies gubernur bodoh dan sebagainya, jangan lagi ada ujaran kebencian," ujarnya.

"Anies tak perlu dipuji atau dikritik melebihi kapasitas dan prestasinya. Sampaikan apresiasi dan kritikan terhadap kerjanya secara objektif dan apa adanya. Ini juga mesti berlaku untuk semua pemimpin," pesan Legislator Fraksi PAN itu.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI ini juga mengingatkan, agar semua pihak ikut bertanggung jawab kepada generasi muda untuk menyuguhkan sesuatu yang baik dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Ngapain sih kita ribut terus, sudah lah, jangan ada lagi saling menghina tokoh. Mari berkomentar yang menyejukkan, ini massa sudah cair. Jokowi dan Prabowo saja sudah cair kok. Ada banyak PR bangsa yang harus diselesaikan bersama," pesan Ketua Bamus DKI itu.

"Ingat, gadjet dan media sosial itu bukan buat ejek-ejekan," tambah Haji Lulung.

Selain itu, Haji Lulung juga meminta, publik tidak perlu membenturkan Anies dengan Ahok. Karena mereka adalah dua pemimpin yang sudah banyak berbuat untuk bangsa dan negara. "Kita mesti hargai dan apresiasi," ujarnya.

Sedangakan soal laporan yang sudah dibuat Anggota DPD RI Fahira Idris, Haji Lulung meminta polisi bertindak profesional sebagaimana hukum berlaku.

"Kalau pun ada persoalan hukum disitu, silahkan polisi proses. Kita hormati," Haji Lulung menambahkan.

Seperti diketahui, foto yang diunggah di Facebook milik Ade Armando adalah potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik, yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker.

Sebelumnya, Ade Armando dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Anggota DPD RI, Fahira Idris.

Laporan Fahira diterima polisi dengan nomor LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 1 November 2019. Adapun pasal yang disangkakan terkait larangan mengubah terhadap bentuk dokumen elektronik dan atau informasi elektronik yang tertuang pada Pasal 32 ayat 1 junto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. (Alf)

tag: #dpr  #partai-amanat-nasional  #haji-lulung  #anies-baswedan  #pemprov-dki  

Bagikan Berita ini :