Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 12 Nov 2019 - 18:45:53 WIB
Bagikan Berita ini :

Menko Mahfud Sebut Habib Rizieq Bermasalah dengan Pemerintah Arab

tscom_news_photo_1573559153.jpg
Mahfud MD (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan, pemerintah Indonesiatidak mencekalpemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Hal ini disampaikan Mahfudmerespon klaim Rizieq yang mengaku dicekal selama satu setengah tahun atas permintaan pemerintah.

Mahfudmenjelaskan, pencekalan gugur jika dalam waktu enam bulan pihak yang dicekal tak dibawa ke pengadilan.

"Katanya itu sudah satu setengah tahun, berarti masalahnya bukan di pemerintah Indonesia. Masalahnya di pemerintah Arab Saudi, silakan urusannya ke sana. Kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/11/2019).

"Bagi Indonesia, sudah saya cek semua, imigrasi, kepolisian, tidak ada yang mencekal dia (Rizieq Shihab)," jelas Mahfud.

Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyatakan belum menerima informasi dari Riyadh bahwa pemerintah Indonesia telah meminta pencekalan terhadap Rizieq Shihab.

Pernyataan itu diutarakan Kepala Bagian Media dan Pers Kedubes Saudi di Jakarta, Fawaz Abdullah Althaymin ketika dimintai konfirmasi mengenai klaim Rizieq yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah meminta Saudi mencegahnya pulang ke Indonesia.

"Kami belum menerima informasi resmi apapun terkait hal itu," kata Fawaz melalui pesan singkat, Senin (11/11/2019).

Mahfud kembali meminta Rizieq menyerahkan bukti surat pencekalan yang diklaim tersebut, baik dalam bentuk asli ataupun salinannya. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itumengatakan sejauh ini baru melihat surat pencekalan dari media sosial.

"Itu Habib Rizieq tidak boleh keluar dari Arab Saudi atas alasan keamanan. Nah, alasan keamanan ini tidak disebutkan apakah atas permintaan pemerintah Indonesia atau tidak. Tidak disebut dalam surat itu," ujarnya seperti dikutip cnnimdonesia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, seseorang dapat ditangkal dalam kurun waktu paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Dalam hal tak ada keputusan perpanjangan masa penangkalan, penangkalan berakhir demi hukum.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FPI Ahmad Sobri Lubis sebelumnya menilai pencekalan terhadap Rizieq merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius. Menurutnya, negara tidak bisa menjamin Rizieq yang sampai saat ini tidak memiliki permasalahan hukum.

Sementara Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengklaim pencekalan Rizieq oleh pemerintah Arab Saudi dilakukan berdasarkan permintaan pihak Indonesia karena alasan politik. Rizieq dianggap sebagai musuh dan bisa mengganggu keamanan Indonesia.

Rizieq pernah menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia melalui siaran video di akun Youtube Font TV. Dia mengklaim pencekalannya tidak berkaitan dengan kasus pidana apapun, melainkan ada orang berkepentingan di balik pencekalan yang resah dengan kepulangannya. (Alf)

tag: #mahfudmd  #habib-rizieq  #arab-saudi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Berita

RUU Redenominasi Rupiah masuk Prolegnas, Legislator PKS: Tak Mendesak Saat Pandemi

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Minggu, 12 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --  Kementerian Keuangan mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Harga Rupiah atau Redenominasi masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) ...
Berita

HNW Dorong Pemerintah Konsekuen Bantu Pesantren Atasi Covid-19

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA meminta agar Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama Republik ...