Sosok Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (1)

Sebagai Orang Daerah, Saya Bangga Masuk Kabinet

Oleh pamudji, kamsari, jihan pada hari Sabtu, 16 Nov 2019 - 06:43:22 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1573861402.jpeg

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Tiga minggu sudah, politisi sekaligus akademisi muda Jerry Sambuaga menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag). Dari sisi usia, yang baru menyentuh angka 34 tahun, sosok ini memang muda. Namun, dengan usia mudanya, Jerry justru leluasa memberikan harapan besar, baik kepada Presiden Joko Widodo maupun seluruh rakyat Indonesia. 

Jabatan Wamendag, yang kini bertengger di pundaknya, adalah amanah serta harapan yang harus dijalani dengan kerja besar pula. Menjadi anggota kabinet adalah pekerjaan besar, dimana hanya orang-orang berhati dan berpikiran besar yang mampu menjalaninya.

Bagaimana Jerry menyikapi tugas mulia sebagai Wamendag? Berikut kutipan perbincangannya kepada teropongsenayan.com, di Gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

===

Apakah sebelumnya sudah tahu bahwa nama Anda yang diajukan ke Presiden?

Kalau soal nama, saya tidak tahu karena itu kewenangan bapak presiden. Saya hanya menerima panggilan, disuruh datang  menghadap bapak presiden. Lalu saya respons, saya sanggupi, dan saya siap. Waktu itu malam-malam, saya lagi duduk, tiba-tiba dihubungi diminta menghadap bapak presiden. Dan saya bilang, siap.

Telepon dari protokol istana, memang sedang Anda tunggu?

Tidak. Pada saat itu saya lagi santai, lagi nonton tivi.

Apa arti jabatan Wamendag bagi Anda?

Secara pribadi, ini adalah sebuah amanah, kehormatan, dan  kebanggaan juga bahwa saya diberikan kepercayaan oleh bapak presiden. Tentu kita bersyukur. Kepercayaan ini sesuatu yang harus kita emban dengan penuh tanggung jawab. 

Dan kedua, seperti Pak Presiden katakan bahwa ini adalah sebuah tugas yang harus bersinergi dengan kementerian lain. Jadi, tidak hanya soal perdagangan, tapi juga perindustrian, luar negeri. Artinya, ini lintas sektor. Pak Presiden menyatakan, bahwa ini semua kerja tim. Semua terlibat  tinggal bagaimana masing-masing unit, masing peran bisa maksimal.

Kehadiran Anda di kabinet mewakili daerah, khususnya Sulawesi Utara?

Iya. Saya juga bangga bisa masuk kabinet mewakili masyarakat Sulawesi Utara. Sepanjang yang saya tahu, saya salah satu yang mewakili Sulawesi Utara di kabinet. Apalagi, saya kan orang kampung, bukan orang Jakarta. Dari daerah, besar di daerah. Sebagai orang daerah, saya bangga dong masuk kabinet. Apalagi bisa mewakili Sulut. Itu sebuah prestasi. Masyarakat Sulut bangga.

Anda juga wakil generasi muda yang berkesempatan masuk kabinet?

Kabinet ini tidak hanya merepresentasikan partai politik, tapi juga profesional. Dan juga merepresentasikan kelompok muda. Yang saya lihat seperti itu. Ada menteri yang muda, contoh Pak Nadiem. Kalau Wamen yang muda kan saya sama Angela (Wamen Parekraf). Pak Nadiem usianya 35 tahun, saya 34 tahun,dan Angela 32 tahun. Jadi, di kabinet ada tiga orang yang di bawah 40 tahun.

Keberagaman di kabinet patut disyukuri, termasuk dari segi usia. Ini merupakan aset nasional, karena semua perwakilan ada. Kabinet ini sangat menunjukkan Indonesia.

Apa mungkin Presiden mengambil spirit orang muda sebagai penggerak sejarah?

Mungkin bisa dipahami seperti itu. Pak Presiden sangat memberikan ruang dan juga kesempatan untuk anak muda. Saya pikir ini pencapaian yang kami apresiasi. Sebagai generasi muda, saya sangat berterima kasih.

tag: #menteri-jokowi  

Bagikan Berita ini :