Sosok Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (2)

Melempangkan Jalan Indonesia ke Panggung Internasional

Oleh pamudji, kamsari, jihan pada hari Minggu, 17 Nov 2019 - 07:25:12 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1573950312.jpg

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--
Saat ini terdapat beberapa perjanjian perdagangan internasional yang berkaitan langsung dengan kepentingan Indonesia. Ada perjanjian yang belum tuntas negosiasinya, ada pula yang masih dalam tahap penjajakan. Dibutuhkan sosok bertangan dingin dan bertalenta guna menyelesaikan lobi tingkat dunia tersebut.

Presiden Joko Widodo, tentu telah penuh pertimbangan saat memutuskan meminta Jerry Sambuaga membereskan pekerjaan tersebut. Dengan jabatannya sebagai Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry memang lebih banyak ditugaskan menangani perdagangan internasional. 

Berinteraksi dengan dunia global, sejatinya bukan hal baru bagi politisi Partai Golkar tersebut. Apa dan bagaimana langkah yang bakal ditempuh guna menuntaskan perjanjian perdagangan internasional, berikut petikan perbincangan Jerry dengan teropongsenayan.com di Gedung Kemendag, Jakarta, Selasa (12/11/2019). 

=====

Secara khusus, apa tugas dari Presiden kepada Anda?

Saya dilantik tanggal 25 Oktober, hampir tiga Minggu lalu.  Sebelum saya dipanggil dan dilantik oleh presiden, ada  komuniaksi antara saya dengan pihak istana. Ada yang menghubungi saya, diminta datang untuk menghadap bapak presiden. Kemudian saya merespons, pada tanggal 25 Oktober, hari Jumat, saya datang ke istana, menghadap bapak presiden.

Bapak presiden sampaikan kepada saya, ada beberapa hal alasan saya dipanggil. Pertama, saya diminta untuk membantu di bidang perdagangan, dengan fokus beberapa hal. Salah satu hal mengenai penyelesaian perjanjian perdagangan internasional. Masih ada beberapa perjanjian perdagangan internasional yang belum selesai, ada yang sedang dalam proses, dan ada yang sedang dijajaki. 

Prioritasnya apa?

Prioritasnya menurut bapak presiden salah satunya adalah perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement ( CEPA) dan Europen Union (EU). Penjanjian itu sangat berpotensi dan strategis untuk bangsa kita. Banyak  sekali manfaat yang bisa dipetik dari situ. Itu menjadi prioritas, kenapa? karena untuk menyelesaikan perjanjian ini, banyak yang harus dibahas, baik internal maupun eksternal. 

Sampai saat ini perjanjian itu belum selesai?

Iya, karena memang ada banyak negara di Uni Eropa. Bayangkan ada puluhan negara yang juga memiliki agenda dan kepentingan.

Tentunya, Indonesia juga memiliki kepentingan? 

Kita juga memiliki kepentingan, yang tentu harus strategis, bermanfaat, dan positif. Bagaimana kita mencoba untuk membahas semua itu supaya Indonesia mendapat manfaat yang sangat strategis.

Jadi, saya diamanatkan oleh bapak presiden secara spesifik mengenai hal itu dan tentunya membantu tugas menteri. Apapun itu, saya harus membantu kinerja dan arahan Pak Menteri.

Amanat selanjutnya dari Presiden?

Yang kedua, selain penyelesaian perjanjian internasional, amanat khusus dari bapak presiden kepada saya adalah bagaimana kita menggenjot ekspor. Itu dalam kaitan menciptakan kondisi ekonomi yang baik. Kalau ekspor kan artinya keluar. Kita coba petakan, kita list satu per satu, mana yang menjadi potensial, mana yang mutual.

Kalau soal kebijakan impor, bagaimana?

Soal impor, soal kebijakan secara nasional, yang strategis, itu wewenang Pak Menteri untuk menjawab. Saya tidak mau mendahului.

Jadi, ada pembagian kerja yang tegas antara Mendag dan Wamendag?

SK Penugasan saya dan Tupoksi yang ditandatangani oleh Pak Menteri, menyangkut tiga hal. Yakni, pertama penyelesaian pernjanjian internasional, kedua mendorong dan mempromosikan ekspor keluar, yang tentunya berhubungan dengan luar negeri.  Ketiga, membantu tugas menteri. Pak Menteri itu pimpinan saya. Apapun yang sedang disiapkan,ya kita siap support. Tapi memang fokusnya, soal luar negeri.

Anda dengan Mendag berasal dari pertai yang berbeda, pandangan Anda?

Itu kan keberagaman, keindahan. Semua teman. Buat saya tidak masalah. Kita semua kawan. Nggak ada yang nggak kawan, semua kawan.

Tentang komoditas prioritas dan negara prioritas tujuan, bagaimana pemetaannya?

Itu sedang dalam kajian. Dan tentu, itu Pak Menteri yang akan menyampaikan. Saya, akan mem-backup secara prosedur dan negosiasi pada saat  berunding, dan melakukan pertemuan, baik di luar maupun di dalam negeri.

Terkait negosiasi perundingan, posisi Kemendag tampakya seperti mata bor?

Kira-kira begitu. Eksekusinya di kita. Kita koordinasi juga dengan kementerian lain, seperti luar negeri.pendekatan bilateral, teman-teman Kemenlu yang melakukan. Begitu sudah mendapat selahnya, kita langsung menyambut  dan mengeksekusinya di level teknis. Dan di dalam negeri, kita akan berkoordinasi dengan kementerian perindustrian, kita juga koordinasi dengan bea cukai. Terkait luar negeri, selain Kemenlu, kita juga koordinasi dengan BKPM. Karena banyak juga berkaitan dengan investasi. Jadi kita banyak berhubungan erat dengan Kemenlu, Kemenperin, dan BKPM. (plt)

tag: #menteri-jokowi  

Bagikan Berita ini :