Jakarta

PKS Beberkan Penyebab Terhambatnya Pemilihan Wagub DKI

Oleh Alfian Risfil pada hari Rabu, 20 Nov 2019 - 09:46:38 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1574217998.jpg

Iluatrasi Paripurna DPRD DKI (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pemilihan Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno dipastikan belum akan rampung dalam waktu dekat. Pasalnya, saat ini DPRD DKI Jakarta masih fokus menyelesaikan pembahasan APBD DKI 2020.

Karenanya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi menganggap wajar bila proses pemilihan Wagub terhambat. Dewan, kata dia, hingga kini belum membentuk panitia pemilihan atau panlih. 

"DPRD nanti akan membentuk panlih. Kenapa dibentuk panlih, karena (DPRD) yang dulu (periode 2014-2019) belum dibentuk panlih," kata Suhaimi kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) malam.

Ia menambahkan, DPRD periode sebelumnya baru membentuk tim untuk menggodok tatib pemilihan Wagub. Namun, belum sempat disahkan di paripurna. Sementara orang-orangnya sudah berubah karena ada periode DPRD yang baru periode 2019-2024. 

"Maka secara otomatis akan dibentuk panlih yang baru sesuai dengan komposisi anggota anggota yang baru walaupun ada nama-nama lama," sambungnya.

Suhaimi mengungkapkam, saat ini para anggota DPRD DKI akan menyelesaikan dulu pembahasan anggaran APBD DKI 2020. Targetnya pada 30 November 2019 sesuai aturan Kemendagri sudah ketok palu.

Setelah itu dievaluasi oleh Kemendagri 15 hari, dan sampai jelang tahun baru. Kemudian selanjutnya APBD sudah bisa dijalankan. 

"Itu sudah bentuk APBD 2020, tapi kemudian diberikan nanti evaluasi ke Kemendagri lagi," jelas Suhaimi.

Kemudian setelah APBD 2020 disetujui, pihaknya baru akan fokus pada pemilihan Wagub. 

"Karena tidak lama lagi sebenarnya, tinggal pengesahan di paripurna dan pengesahan panlih," terangnya.

Dalam paripurna, lanjutnya, akan diverifikasi data calon wagub, kemudian dilanjutkan proses pemilihan di paripurna. 

"Di situ hak masing-masing anggota dewan ditentukan. Adapapun hak politik masing-masing dewan, mau milih mau enggak mau apa di situ diberikan," sambungnya.

Diketahui, PKS mengajukan dua nama kandidat cawagub yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, karena dirasa tak ada kemajuan, Partai Gerindra secara mengejutkan mengeluarkan empat nama kandidat cawagub yang baru diantaranya Dewan Penasihat DPP Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantoro, Sekretaris Jenderal Gerindra Ariza Patria, dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. 

Keempat nama tersebut diyakini dapat menjadi kandidat alternatif yang bisa diterima seluruh Fraksi di Kebon Sirih. (Alf)

tag: #dprd-dki  #pks  #partai-gerindra  

Bagikan Berita ini :