Jakarta
Oleh Jihan Nadia pada hari Selasa, 26 Nov 2019 - 11:56:34 WIB
Bagikan Berita ini :

Deputi Anies Dinilai Tak Paham Persoalan TIM

tscom_news_photo_1574744194.jpg
Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Seniman Arie F. Batubara menjelaskan duduk perkara kejadian Deputi Gubernur Anies Baswedan Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Danang Solihinyang disebut memarahi para seniman, beberapa waktu lalu.

Video tersebut kemudian menyebar luas ke media sosial dan menuai pro kontra publik.

Apalagi video itu mencerminkan penolakan seniman karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun hotel di dalam Taman Ismail Marzuki (TIM).

Menurut Arie, Dadang saat itu berbicara tanpa tahu persoalan yang sebenarnya mengenai TIM.

"Kalau menurut saya bukannya Dadang itu memarahi seniman. Menurut saya, dia terlalu bersemangat, yang kedua dia tidak tahu peta persoalan sesungguhnya. Yang ketiga, dia tidak tahu dengan siapa dia berhadapan lalu biasalahnyablakajalah dia," ucap Arie saat dihubungi, Senin (25/11/2019).

Perkataan Dadang dengan nada yang tinggi itu kemudian memancing reaksi dari para seniman lainnya yang juga mulai tersulut emosi.

Arie sempat menegur Dadang karena dianggap tak mengerti situasi TIM. Deputi Gubernur itu bahkan sempat mengaku bahwa memang tak paham mengenai TIM.

"Saya bilang "kalau kamu enggak paham, ya sudahlah normatif saja, tidak usah merasa sok tau karena teman-teman itu sudah punya perspektif sendiri". Ya, jadi pada akhirnya bisa disimpulkan salah paham. Saya kira Dadang enggak bermaksud, tapi dia salah saja tidak tau berhadapan dengan siapa," tuturnya.

Mantan Kepala Bagian Pemasaran Pusat Kesenian Jakarta TIM ini merasa Dadang terpancing emosinya kala ada beberapa seniman yang bereaksi karena tak setuju dengan pembangunan hotel di TIM.

Padahal, pendapat dari para seniman menurutnya harus dimaklumi.

"Siapa yang bisa nyuruh orang tutup mulut? Ya enggak bisa namanya orang mau bereaksi spontan saja. Sehingga sudah membuat kan pertanyaan dari awal teman-teman itu kan TIM ini mau diapain sih? Dan sampai sekarang teman-teman merasa tidak mendapat jawaban memuaskan. Kecuali sekadar bahwa di sini akan dibangun hotel bintang 5," jelas Arie.

Sebelumnya, video rekaman yang memperlihatkan Deputi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Disparbud DKI Jakarta Dadang Solihintengah marahi seniman di TIMramai dibicarakan di media sosial.

Video itu diunggah pada Sabtu (23/11/2019) pukul 16.00 WIB dalam akun Facebook Humor Politik.

Dalam video itu, Dadang terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil mengungkapkan, "Mau tidak diskusi... mau tidak diskusi?" ujarnya tegas.

Situasi memanas usai Dadang berkata demikian. Beberapa orang menunjukkan rasa tidak sukanya.

"Wah biasa aja dong jangan galak-galak," seru beberapa orang dalam video rekaman tersebut

"Tidak bisa pejabat marah seperti itu," ujar yang lain.

Lalu, dengan nada pelan Dadang mengungkapkan bahwa ia tidak bermaksud marah.

"Tidak marah, saya tidak marah," ucapnya.

Setelah itu, diskusi tampak dibubarkan, Dadang yang kala itu menghampiri seniman-seniman yang hadir pun tak digubris.

"Bubar...bubar...bubar," ujar seseorang dalam video yang viral tersebut.

Sementara Dadang menjelaskan bahwa saat itu dirinya menjadi pembicara menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam diskusi publik "PKJ- TIM Mau Dibawa ke Mana?"

Namun, di tengah diskusi, sejumlah seniman yang hadir malah memotong pembicaraan untuk meledek dan mengolok-olok Dadang hingga akhirnya ia bersikap tegas.

Dadang membantah bahwa dirinya saat itu marah. Menurut dia, nada bicaranya memang tinggi. Sebab ia seorang dosen.

"Saya tidak marah, ya gini emang suara saya. Jadi setiap saya ngomong, mereka ngomong jorok. Itu sebenernya saya ngerti, mereka kan pemain teater. Terus saya bilang ini mau dilanjutkan diskusi atau enggak mau dilanjutkan diskusi," cerita Dadang.

Setelah itu, Dadang pun menghampiri para seniman dan membicarakannya dengan baik-baik.

"Terus saya datengin, mau dirangkul. Saya bilang, "Ya sudah pelukan, pelukan aja", terus dia marah," kata Dadang seperti dikutip kompas.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Dadang dan para seniman itu akhirnya berdamai kembali.

Bahkan, Dadang sempat mendengarkan mereka membacakan deklarasi penolakan terkait rencana revitalisasi TIM.

“Setelah itu mereka membuat deklarasi menolak revitalisasi TIM. Kan emang mereka tinggal di situ ya jadi mereka menolak adanya revitalisasi. Tapi setelah acara itu kami foto-foto, selfie, ketawa-ketawa kok,” katanya. (Alf)

tag: #pemprov-dki  #dprd-dki  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Jakarta Lainnya
Jakarta

Pemprov DKI Libatkan PT Food Station dalam Bansos Tahap Ketiga

Oleh windarto
pada hari Selasa, 02 Jun 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Untuk mempercepat penyaluran paket bantuan sosial (bansos) tahap ketiga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial DKI Jakarta menunjuk PT Food ...
Jakarta

26 rumah di Menteng Terbakar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Sebanyak 26 rumah di Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/6) pagi ludes terbakar. Peristiwa kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk sekitar pukul 05.10 ...