Oleh Jihan Nadia pada hari Sabtu, 07 Des 2019 - 15:34:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Tegas! Semua Direksi Garuda Terpapar Penyelundupan Harley Diberhentikan

tscom_news_photo_1575707665.jpg
Komisaris Utama Sahala Lumban Gaol didampingi para Komisaris dan Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga memberikan keterangan pers di Kementerian BUMN Jakarta, Sabtu (7/12/2019) (Sumber foto : Antara)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Akhirnya Menteri BUMN Erick Thohir bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia memilih langkah tegas. Mereka memutuskan pemberhentian sementara direksi perusahaan penerbangan plat merah yang terkait secara langsung dan tidak langsung atau terpapar kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pesawat baru.

"Memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi terlibat secara langsung maupun tidak langsung," kata Komisaris Utama Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol saat membacakan hasil pertemuan Menteri BUMN dengan Dewan Komisaris Garuda di Jakarta, Sabtu (7/12/2019).

Ikut hadir dalam kesempatan ini Komisaris Independen Herbert Timbo Siahaan, Komisaris Independen Eddy Porwanto Poo, Komisaris Independen Insmerda Lebang, Komisaris Chairal Tanjung, Plt Direktur Utama Fuad Rizal dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah.

Sahala memastikan seluruh keputusan ini sudah dilaksanakan sesuai dengan tata kelola yang berlaku di Garuda Indonesia sebagai perusahaan terbuka.

Sahala juga mengatakan Menteri BUMN dan Dewan Komisaris akan segera mengangkat Pelaksana Tugas yang baru untuk menggantikan direksi yang diberhentikan sementara tersebut.

Selain itu, ia menambahkan, Komite Audit Dewan Komisaris tetap melakukan investigasi lanjutan terhadap kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton dalam penerbangan GA 9721 jenis Airbus A330 900 Neo dari pabrik Airbus di Perancis.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers yang dilakukan secara bersama-sama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Bea Cukai serta Komisi XI DPR RI, pada Kamis (5/12) menyatakan bahwa kasus Harley ilegal tersebut menyalahi tata kelola korporasi yang baik.

Ia mengungkapkan paparan kronologis yang disampaikan terkait dugaan identitas pemilik sesungguhnya motor Harley Davidson yang ditengarai selundupan, berdasarkan surat dari Dewan Komisaris dan Komite Audit Garuda yang diterimanya.

Erick menjelaskan bahwa detail informasi menjabarkan bahwa AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe Shovelhead pada tahun 2018.

Lalu pembeliannya, lanjut Erick, dilakukan pada bulan April 2019 dan proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam.

Kemudian, Dewan Komisaris Garuda Indonesia pada Jumat (6/12) telah menyampaikan Surat Keputusan (SK) Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt Direktur Utama Garuda Indonesia di samping melaksanakan tugasnya sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, menyusul pencopotan Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama Garuda Indonesia yang berlaku sejak 5 Desember 2019.(ant)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Sertifikasi Halal Selama 30 Tahun Oleh MUI Dinilai Tak Transparan

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 08 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama menyebutkan bahwa sertifikasi halal oleh MUI selama 30 tahun lebih tanpa ...
Berita

Demokrat Minta Pendukung Jokowi Tidak Kebakaran Jenggot Dengan Pernyataan Ibas

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengatakan kalau parpol pendukung Jokowi jangan kebakaran jenggot dengan pernyataan Waketum Edhie Baskoro Yudhoyono ...