Oleh Kamsari pada hari Minggu, 08 Des 2019 - 13:01:57 WIB
Bagikan Berita ini :

Sejak 1976, BTN Salurkan Rp 300 Triliun Kredit KPR

tscom_news_photo_1575784917.jpg
Fun bike HUT Ke-43 KPR Bank BTN di Jakarta, Minggu (8/12/2019) (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Sejak diluncurkan pada 1976, hingga kini PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan kredit KPR sebesar Rp300 triliun. Angka tersebut dikucurkan untuk pembiayaan lima juta rumah.

Pencapaian tersebut mengukuhkan BTN sebagai bank yang fokus pada segmen properti. Selain itu, KPR yang akan berulangtahun ke-43 pada 10 Desember ini juga berkontribusi besar menyukseskan Program Sejuta Rumah.

Dari plafon kredit yang ada, KPR subsidi menempati porsi paling besar, yakni mencapai 3,46 juta unit rumah dengan nilai Rp159,97 triliun.

“Besarnya porsi penyaluran KPR Subsidi berkat kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) dalam menyukseskan Program Sejuta Rumah,” kata Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury usai melepas lebih dari 1.000 peserta fun bike dalam rangka HUT Ke-43 KPR Bank BTN di Jakarta, Minggu (8/12/2019).

Program Sejuta Rumah merupakan program yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo dan telah berjalan sejak 2015. Dalam program ini, Kementerian PUPR menggandeng perbankan, termasuk Bank BTN untuk mendukung pembiayaan program tersebut dengan berbagai skema. Selain FLPP, skema tersebut adalah BP2BT dan Bantuan Uang Muka atau BUM.

Bank BTN memiliki peran besar dan tetap menjadi penguasa pangsa KPR Subsidi sekitar 91,55% (data per September 2019). Perseroan akan terus melakukan upaya percepatan penyaluran KPR Subsidi kepada masyarakat dan tepat sasaran sesuai yang diamanahkan Kementerian PUPR, tegas Pahala menjelaskan.

HUT Ke 43 KPR tersebut, kata Pahala, akan menjadi momentum Bank BTN untuk melakukan inovasi dalam membuat model bisnis pembiayaan perumahan. Selain itu, perseroan akan fokus pada pembenahan proses bisnis guna meningkatkan kualitas produk dan layanan Dengan demikian, Bank BTN dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Pasar KPR sudah sangat sesak, baik subsidi maupun non subsidi. Posisi Bank BTN sebagai bank yang besar dengan core business pembiayaan perumahan perlu mencari terobosan dan inovasi baru. (Hal ini) agar Bank BTN menjadi top of mind seluruh generasi, baik milenial, generasi X maupun baby boomers jika bicara tentang KPR,” kata Pahala.

Sementara itu, BTN telah memiliki produk khusus bagi melenial yang diluncurkan pada triwulan III tahun 2018 lalu.

"Kita akan menyempurnakan produk tersebut agar lebih memudahkan generasi milenial mendapatkan rumah impiannya. (Selain itu) produk perbankan berbasis digital yang mendukung kebutuhannya," tegas Pahala.

Produk KPR Gaess menjadi perhatian manajemen BTN. Sebab, sasarannya adalah generasi yang lahir tahun 1981-2000. Berdasarkan riset Badan Pusat Statistik, generasi ini merupakan 34% atau 83 juta jiwa dari total jumlah penduduk pada 2020.

Segmen ini menjadi ceruk pasar yang menjanjikan bagi perbankan. Sebab, sebagian besar milenial merupakan golongan kelas menengah yang menjadi penggerak ekonomi bangsa.

“Namun, tidak seluruh generasi milenial dapat atau mau mengajukan KPR. Untuk itu kita perlu melakukan edukasi dan inovasi serta meracik skema-skema program dan produk yang dapat memenuhi kebutuhan layanan perbankan sesuai selera milenial,” katanya.

Pahala yakin tahun 2020 akan menjadi titik balik BTN untuk melakukan transformasi, baik secara internal maupun eksternal.

“Kami sudah memiliki nomenklatur yang berbeda dengan bank lain. Dengan adanya direksi yang khusus menanangani big data analytics, kami optimis ke depan akan dapat memanfaatkan data konsumen kami. untuk inovasi produk perbankan digital,” kata Pahala.(plt)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Bisnis

Siapa Pegawai Yang Dapat Bansos Rp600 Ribu Per Bulan

Oleh Rihad
pada hari Saturday, 08 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin mengatakan, segmen karyawan yang dirumahkan dan bergaji di bawah Rp 5 juta belum ...
Bisnis

Laporan Keuangan OJK Kembali Raih Opini WTP dari BPK

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan OJK Tahun 2019. Laporan ...