Berita

Kapok Karena Kecolongan, Komisi III Tegaskan Akan Seleksi Hakim Agung Secara Ketat

Oleh Alfin pada hari Selasa, 21 Jan 2020 - 16:05:40 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1579597540.jpg

Komisi III DPR (Sumber foto : Alfin Teropongsenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Komisi III DPR tengah melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon hakim agung di Gedung Parlemen hari ini, Selasa (21/1/2020). Dalam ujian hakim ini, terdapat enam calon hakim agung dan empat calon hakim ad hoc.

Wakil Ketua Komisi III DPR, Desmond J Mahesa menegaskan Komisi III akan berupaya menyeleksi secara detail atas hakim agung yang sebelumnya diajukan Komisi Yudisial (KY).

Pasalnya, pada saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama KY beberapa hari lalu, Komisi III sempat meragukan sistem KY dalam memilih beberapa calon hakim agung karena dinilai kurang objektif.

Desmond pun mengatakan pihaknya akan sangat berhati-hati menilai setiap calon hakim agung dan hakim ad hoc yang diajukan KY tersebut. Hal itu sebagai upaya mencegah adanya kesalahan dalam memilih hakim yang tidak kompeten.

"Kami sangat berhati-hati dalam melakukan uji kelayakan ini karena sebelumnya kami kerap merasa kecolongan meloloskan calon hakim yang ternyata ketika sudah di Mahkamah Agung tidak bagus, tidak maksimal kerjanya," ungkap Desmond dalam uji kelayakan dan kepatutan pada calon hakim ad hoc tipikor, Ansori, di gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Desmond menjelaskan, sebagai calon hakim, mereka harus sangat memahami setiap kasus yang ditangani. Oleh karenanya, mengevaluasi berbagai kasus peradilan yang pernah terjadi sebelumnya menjadi penting dilakukan.

"Kami tidak mau lagi, Komisi III dan KY dianggap tidak maksimal memilih hakim," tegas Desmond.

Sementara, Wakil Komisi III Adies Kadir mengatakan, mengimbuhkan calon hakim akan diseleksi secara ketat. Hal itu dilakukan dengan menganalisis presentasi makalah yang dibuat calon hakim agung dan ad hoc.

"Kami akan sangat memerhatikan visi misi mereka di dalam makalah. Bagaimana visinya pada MA ke depan dan bagaimana bila mereka masuk di dalam bidang-bidang yang mereka inginkan, perdata, pidana, militer, hukum, dan agama," tutur Adies.

Setelah uji ini rampung, selanjutnya Komisi III akan menyerahkan nama-nama yang lolos ke Presiden. Dijadwalkan nama-nama calon hakim yang lolos akan diserahkan pada presiden tanggal 3 Maret 2020.

Seperti diketahui, uji kelayakan akan dilakukan mulai hari ini hingga Rabu (22/1) besok. Ada enam nama calon hakim agung, dua nama calon hakim ad hoc tipikor, dan dua nama hakim hubungan industrial.

Berikut ini nama calon hakim agung yang diserahkan ke DPR:

1. Soesilo, hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Banjarmasin

2. Dwi Sugiarto, hakim tinggi PT Denpasar

3. Rahmi Mulyati, panitera muda perdata khusus MA

4. H Busra, Ketua PT Agama Kupang

5. Brigjen TNI Sugeng Sutrisno, hakim militer utama Dilmiltama

6. Sartono, Wakil Ketua III Pengadilan Pajak Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kinerja Hakim

Calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi:

1. Agus Yunianto, hakim tipikor PN Surabaya

2. Ansori, hakim tipikor PT Sulawesi Tengah

Calon hakim hubungan industrial:

1. Willy Farianto, advokat

2. Sugianto, hakim PN Semarang (al)

tag: #  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement