Oleh Sahlan_ake pada hari Senin, 27 Jan 2020 - 21:52:06 WIB
Bagikan Berita ini :
Soal Perlindungan Harun

Yasonna: Saya Belum Terlalu Tolol

tscom_news_photo_1580136726.jpg
Yasonna Laoly Menkumham (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)Yasonna Hamonangan Laolymembantah telah melindungi Politikus PDI PerjuanganHarun Masikuyang terjerat kasus korupsi dugaan suap bersama Komisioner KPK Wahyu Setiawan.

Harun dikabarkan sempat pergi ke Singapura pada Senin (6/1/2020). Sampai saat ini keberadaanHarun pun belum diketahui.

"Saya pikir saya belum terlalu tolol untuk melakukan separah itu," kata Yasonna di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Politikus PDIP ini pun menegaskan bahwa tidak ada upaya dirinya menghalangi-halangi KPK untuk menangkap Harun. Menurutnya, hanya ada kesalahan teknis yang terjadi di keimigrasian di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, sistem ini mengalami error lantaran sudah digunakan sejak 2008 dan tengah dilakukan perbaikan serta pembaruan.

"Ada memang kesalahan data karena kesalahan teknis. Karena kan sistem informasi keimigrasian itu versi satu yang dibuat tahun 2008," ucapnya.

Yasonna berkilah bahwa sistem itu juga telah diperbaiki sejak beberapa waktu dan kebetulan Terminal F tempat Harun Masiku lolos dari sistem imigrasi itu tengah mengalami update. Imbasnya, banyak penumpang yang tak terdata. "Dan itu saya sudah minta supaya, kenapa itu delay masuk ke server kami," kata dia.

Yasonna juga mengaku telah meminta agar segera dibentuk tim independen untuk memeriksa hal ini. Anggota dari tim itu pun bukan dari tubuh Kementerian yang saat ini dia pimpin. Anggota-anggotanya kata dia, berasal dari Ombudsman, Cyber Crime Polri, Kemenkominfo, dan Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN).

"Supaya fair membuat penelitian independen tentang mengapa itu terjadi, supaya jangan dari saya, nanti oh, pak Menteri kan bikin-bikin aja bohong-bohong," kata dia.

Sementara, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, kalau KPK sudah berusaha dan terus bekerja untuk menemukan politikus PDIP Harun Masiku tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Kita sudah bekerja. Tapi memang tidak pernah kita ekspos. Tapi boleh saya sampaikan, anggota kita sudah bekerja dan mencari kurang lebih dari tiga lokasi yang dimungkinkan," kata Firli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Firli juga mengklaim, sampai hari ini KPK masih terus melakukan pencarian dan sudah berkoordinasi dengan Polri untuk menerbitkan surat permintaan bantuan sekaligus penangkapan.

"Kawan-kawan juga sampai hari ini masih melakukan pencarian dan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait. Misalnya, kami sudah menerbitkan surat permintaan bantuan pencarian kepada polri dan sekaligus penangkapan," ujarnya. (Al)

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement