Oleh Tommy P pada hari Senin, 03 Feb 2020 - 11:16:59 WIB
Bagikan Berita ini :

Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020 Diatas 5%

tscom_news_photo_1580703419.jpg
(Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Perekonomian Indonesia teruji dengan daya tahan yang kuat dan prospek yang optimistis. Hal itu ditandai dengan berhasil melewati tahun 2019 yang penuh ketidakpastian. Di tahun 2020 ini, dinamika global terlihat membaik dan berdampak pada menurunnya ketidakpastian. Kondisi itu akan berpengaruh pula pada ekonomi Indonesia.

"Secara umum pertumbuhan ekonomi tetap relatif stabil di atas 5 persen didukung permintaan domestik yang terus membaik. Dalam hal ini konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi, serta kinerja neraca perdagangan dengan pertumbuhan positif produk ekspor pada kuartal IV-2019," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (3/2).

Ia menjelaskan membaiknya daya beli masyarakat ditandai dengan Nilai Tukar Petani tumbuh 1,03 persen (yoy) dan Upah Buruh Tani sebesar 0,3 persen (yoy) pada Desember 2019.

Keyakinan pelaku usaha sektor manufaktur juga menunjukkan perbaikan terlihat dariPurchasing Manager Indexdan investasi sebesar 51,5 persen pada kuartal IV-2019 dan diperkirakan meningkat pada kuartal I-2020 sebesar 52,7 persen. Perbaikan perekonomian ini mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, di mana rasio gini dan angka kemiskinan menunjukkan tren membaik.

Menurut dia, kinerja neraca pembayaran terus membaik pada kuartal IV-2019 karena perbaikan neraca perdagangan dan aliran investasi meningkat. Tekanan dari eksternal berkurang dan cadangan devisa meningkat menjadi US$ 129 miliar pada Desember 2019, tercatat sebagai level tertinggi selama tahun 2019.

Sementara membaiknya neraca perdagangan karena dukungan perbaikan kinerja ekspor dan penurunan impor nonmigas. "Defisit transaksi berjalan semakin terkendali, sebesar US$ 0,03 miliar pada Desember 2019, menurun tajam dari bulan sebelumnya, US$ 1,39 miliar," ujar Airlangga.

Dia menegaskan aliran modal investasi baik dalam bentuk investasi langsung maupun portofolio meningkat. Realisasi investasi mencapai Rp 208,3 triliun pada kuartal IV-2019 atau naik 12 persen dari kuartal IV-2018.

Kemampuan perbankan tetap tinggi dengan rasio kecukupan modal (CAR) per Nopember 2019 sebesar 23,66 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah sebesar 2,77 persen(gross).

"Nilai tukar rupiah semakin menguat hingga 4,21 persen dalam tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu mata uang terkuat di kawasan Asia," jelas Airlangga Hartarto.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
IDUL FITRI M HEKAL
advertisement
IDUL FITRI AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI SINGGIH
advertisement
IDUL FITRI SOKSI
advertisement
Lainnya
Bisnis

Bamsoet : Pelatihan Berkualitas Kunci Daya Saing Pekerja Migran Indonesia

Oleh Aris Eko
pada hari Selasa, 06 Jan 2026
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)— Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang Indonesia (PELBAJINDO), Bambang Soesatyo, menuturkan ...
Bisnis

Beli Gabah Petani Non Tunai, Bulog Targetkan Data Serapan Nasional Secara Langsung 2026

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)—Mulai 2026, Bulog menerapkan pembelian gabah petani secara digital atau non tunai. Selain untuk keamanan transaksi bagi para petani, pola ini ditargetkan bisa merekam ...