Berita

Anggota DPR Ini Minta Pelindo III Benahi Fasilitas di Pelabuhan Benoa

Oleh Bachtiar pada hari Jumat, 14 Feb 2020 - 20:30:55 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1581687055.jpg

I Nyoman Parta Anggota komisi VI DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Bali I, I Nyoman Parta meminta agar pemerintah dalam hal ini PT. Pelindo III yang notabenenya BUMN yang bergerak dibidang kepelabuhan membenahi infrastruktur maupun fasilitas penunjang lainnya yang ada dipelabuhan Benoa.

Pembenahan diperlukan, lanjut dia, utamanya terkait fasilitas penumpang dan fasilitas bongkar muat barang. 

"Kondisi Pelabuhan Benoa hari ini memang sudah tidak layak. Pelabuhan penumpang dan pelabuhan barang saling berdekatan. Dari sisi kenyamanan sangat tidak mendukung," kata Parta usai mendampingi Menteri BUMN RI Erick Thohir meninjau Pelabuhan Benoa, Jumat (14/2/2020). 

Tak hanya itu, Politikus PDI Perjuangan itu pun menyoroti terkait keberadaan ratusan perahu sitaan yang ada di pelabuhan Benoa yang terlihat semerawut.

"Begitu juga adanya ratusan perahu sitaan yang sudah tidak layak, tetap dibiarkan di sana jadi tontonan setiap saat. Informasinya sudah lebih dari tiga tahun seperti itu," ungkap Parta.

Terkait keberadaan perahu sitaan itu, Parta mengusulkan agar perahu-perahu tersebut diberikan kepada nelayan. Atau diberikan kepada pengrajin untuk dijadikan bahan baku kerajinan.

"Bisa juga diberikan kepada desa-desa wisata yang mulai berkembang untuk dibuat jadi ornamen vila atau restoran. Perahu-perahu sitaan itu sudah bertahun-tahun di sana. Masa dibiarkan jadi sampah," katanya.

Adapun terkait dengan pengembangan pelabuhan Benoa yang sedang dikerjakan PT. Pelindo III, Parta menyatakan dukungannya.

"Pelabuhan Benoa memang harus dilakukan pengembangan. Dari masterplannya sudah memenuhi harapan kami," ujar Wakil rakyat asal Desa Guwang, Gianyar ini.

Diungkapkannya, pengembangan pelabuhan Benoa termasuk perluasan pelabuhan lautnya diperlukan agar kapal pesiar (Cruise) yang berukuran besar bisa bersandar.

"Bali harus memiliki pelabuhan untuk Cruise yang berpenumpang besar. Selama ini kebanyakan Cruise wisatawan yang berlabuh di Benoa tidak turun ke Bali karena harus antar jemput dengan kapal-kapal kecil. Wisatawan tidak nyaman akhirnya mereka memilih tinggal dalam kapal karena kapalnya tidak bisa merapat ke dermaga," ungkapnya.

Dikatakannya, pengembangan Pelabuhan Benoa yang ditargetkan selesai pada tahun 2023 itu diprediksi bisa mendatangkan 3,2 juta wisatawan per tahun.

"Jadi sesuatu yang sangat menjanjikan buat pariwisata," ujarnya.

Dalam masterplannya, ungkap dia, di pelabuhan Benoa juga nantinya akan dibangun stand UKM dan kuliner ikan. Ini sangat menguntungkan bagi pengusaha kecil atau UKM.

"Karena wisatawan Cruise waktunya hanya 6 sampai 8 jam, jadi butuh tempat untuk membeli makan dan souvenir. Selain itu, pelabuhan Benoa itu dirancang untuk jadi tempat terbuka hijau, open space, tempat rekreasi. Jadi akan banyak pengunjung datang, mereka juga bisa belanja souvernir atau menikmati kuliner ikan di sana," pungkas Parta. (Bng)

tag: #  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement