Berita

AS Memperingatkan Pandemi Virus Corona Diperkirakan Akan Terjadi

Oleh Aries Kelana pada hari Rabu, 26 Feb 2020 - 20:41:50 WIB

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1582724510.jpg

Wabah Virus Corona di AS (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Ketika kasus virus Corona diCina sudah mulai berkurang peningkatan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) – melalui Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) - justru mengatakan sebaliknya.


CDC menyebut pandemi virus Corona bakal tidak terelakkan. Alasannya, jumlah kasus CoVID-19) – istilah varian baru virus Corona – di negeri Paman Sam, terus meningkat. Sejauh ini sudah 57 warganya dinyatakan positif terinfeksi CoVID-19, termasuk seorang tentara AS.

Selain di AS, Italia dan Iran juga mencatat lonjakan kasus luar biasa. Italia mencatat 322 kasus terinfeksi dan 22 kematian. Sedangkan di Iran terdapat 139 kasus dan 19 orang meninggal dunia.

Teropong Juga: Virus Corona Makin Mengerikan Setelah Ada Kasus Wanita Ini.

Tak hanya soal pasien, virus Corona juga berdampak pada perekonomian. Saham-saham perusahaan Asia yang diperdagangkan di Bursa Wall Streetjeblok mencapai titik terendah.

CDC meminta warganya untuk bersiap-siap menghadapi pandemi. Meski di negaranya, tapi melihat jumlah kasus di duani, maka ada kemungkinan terjadi pandemi.

“Ini bukan pertanyaan apakah. Ini pertanyaan tentang kapan dan berapa banyak orang yang akan terinfeksi, "kata Wakil Direktur Utama CDC, Anne Schuchat.

Sementara itu, mengenai pernyataan CDC, Dr Bruce Aylward, kepala misi gabungan WHO-Cina, mengatakan bahwa pihaknya akan segera membuat keputusan setelah ia kembali ke Jenewa, Austria.

“Pikirkan (kalau) virus akan muncul besok. Jika Anda tidak berpikir seperti itu, Anda tidak akan siap, "kata Aylward, seperti dilansir dari situs reuters.com (26/2/2020).

"Ini epidemi yang meningkat dengan cepat di berbagai tempat yang harus kita atasi dengan sangat cepat untuk mencegah pandemi."

tag: #  
Advertisement

Bagikan Berita ini :

Aplikasi TeropongSenayan.com

Advertisement

JakOne Samsat

Advertisement