Oleh Aries Kelana pada hari Senin, 02 Mar 2020 - 08:43:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Ribuan Minoritas Muslim Uighur Diduga Dipaksa Kerja di Pabrik-pabrik Merk Terkenal

tscom_news_photo_1583113395.jpg
Muslim Uighur di Cina (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Nasib minoritas Muslim di Uighur, Cina makin mengenaskan. Ribuan dari mereka dipaksa untuk bekerja di sejumlah pabrik yang memasok beberapa merk terkenal dunia, ke luar negeri.


Itu berdasarkan laporan dari Lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI) yang dikutip dari situs bbc.com (2/3/2020).

Menurut laporan itu, mereka dipaksa menjalani pendidikan sebelum dipekerjakan di pabrik tersebut.

Selain itu, pemerintah Beijing memasukkan sekitar satu juta warga Uighur ke kamp-kamp dan mengindoktrinasi mereka. Jika melawan, mereka akan dianggap sebagai ekstremis, dan dijebloskan ke kamp penahanan.

Laporan ASPI juga menyebutkan bahwa antara tahun 2017-2019, mereka yang lulus dari kamp tersebut dikirim ke sejumlah negara Barat untuk dipekerjakan sebagai tenaga kerja asing lewat yayasan yang dibentuk pemerintah Cina Xinjing Aid.

tag: #muslim  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Teryata Ini Alasan Pencabutan Asilimilasi Habib Bahar bin Smith, Bukan Melanggar PSBB

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Para ulama dari beberapa organisasi masyarakat berbasis Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI), GNPF, PA 212 hingga MUI DKI mengecam pencambutan asimilasi yang ...
Berita

Mengenaskan, Akibat Melarang Shalat Ied di Lapangan, Kepala Desa Dikeroyok Massa

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sungguh mengenaskan, di saat hari yang Fitri, sebagian warga lupa diri dan gagal mengendalikan emosi. Lihat saja, sebagian warga memukuli kepala desa di Buol, Sulteng ...