Oleh Givary AprimanĀ  pada hari Kamis, 12 Mar 2020 - 12:31:47 WIB
Bagikan Berita ini :

Dewan Adat Papua Minta Presiden Usut Tuntas Kontak Senjata di Intan Jaya Papua

tscom_news_photo_1583991107.jpg
Sekretaris Dewan Adat Papua John Gobay (Sumber foto : Gib TeropongSenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Sekretaris Dewan Adat Papua John Gobay meminta Presiden Jokowi untuk mengusut dugaan pelanggaran HAM yang berujung kontak senjata antara TNI/POLRI sehingga menewaskan dua orang masyarakat sipil di Kabupaten Intan Jaya Papua pada 28 Januari 2020.

Dua orang tersebut, menurut TNI adalah anggota TPN/OPM namun masyarakat sekitar menilai mereka adalah masyarakat sipil.

"Sebelumnya tidak pernah terjadi insiden sehebat ini di Intan Jaya, maka permalahan ini sudah masuk dalam ranah nasional bukan provinsi," ujar John kepada Wartawan di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (12/03/2020).

John berharap laporan yang diterima Komnas HAM hari ini dapat segera diteruskan kepada pemerintah pusat supaya semua segera tuntas.

"Jadi kami kenapa laporkan ke Komnas HAM, supaya jelas juga alurnya, dan semoga pemerintah pusat reaktif akan hal ini," ungkapnya.

Selain mengusut tuntas kontak senjata di Intan Jaya Papua, John juga mengatakan presiden juga perlu segera berkoordinasi dengan panglima TNI untuk menarik kembali pasukan TNI yang berada di Intan jaya.

"Untuk mengkondusifkan keadaan, pasukan TNI yang disana harus ditarik kembali," imbuhnya.

Sementara, Koordinator Subkomisi Pemajuan Ham/ Komisioner Pendidikan dan penyuluhan Komnas HAM Beka Ulung Hapsara telah menerima laporan tersebut dan segera menindaklanjuti laporan tersebut kepada pemerintah pusat.

"Laporan Pak John Gobay sudah kami terima dan kami akan pelajari laporan tersebut," pungkasnya. (Al)

tag: #papua  #jokowi  #menteri-jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Amien Rais : Istilah New Normal Itu Sesungguhnya Menyesatkan

Oleh Givary Apriman
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Ketua MPR RI, Amien Rais menyoroti penggunaan istilah ‘new normal’ di Indonesia yang akan dilaksanakan sebagai langkah awal usai pandemi corona ...
Berita

PSI Minta Jokowi Rombak Para Menteri, Pengamat: Partai Pendukung Mulai Tak Puas

JAKARTA (TEROPONGSENAYA) --Pengamat Ilmu pemerintahan Gde Siriana menilai hal yang wajar adanya permintaan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar Presiden Joko Widodo melakukan ...