Oleh H Irwan SIP, MP Anggota DPR RI Dapil Kaltim pada hari Jumat, 13 Mar 2020 - 13:17:08 WIB
Bagikan Berita ini :

Selamatkan Manusianya

tscom_news_photo_1584080228.jpg
Irwan politikus demokrat (Sumber foto : Dokumen)

Hancurnya ekonomi belum penting dibicarakan. Penyelamatan nyawa manusia yang harus diutamakan. Untuk apa ekonomi baik kalau semua manusianya meninggal dunia.

Demikian nukilan tulisan Dahlan Iskan berjudul “Lukas Lock”.

Keadaan itu tampaknya mendeskripsikan penanganan pandemik wabah Corona di Indonesia.

Penyelamatan ekonomi cenderung ditonjolkan. Meski kekhawatiran lain juga dirasakan.

Memang, global sedang diserang persoalan serius. Perang dagang terjadi. Harga minyak alami krisis. Ditambah lagi pandemik wabah Corona.

Kini, tiga masalah itu terjadi bersamaan. Betapa krisisnya dunia. Babak belur sudah. Lantas Indonesia siap? Pemimpin yang tak selalu gagap dinanti untuk carikan solusi.

Pun juga ujian bagi pemimpin Indonesia. Di masa depan. New leader.

Ke belakang jauh sebelum ingar bingar penyakit COVID-19, sudah pernah ada berbagai wabah penyakit menular yang merebak.

Sebut saja Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada 2002, flu burung pada 2005, flu babi (swine flu) yang menjadi pandemi pada 2009.

Ada pula Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) pada 2012. Penyebaran polio bersamaan virus ebola pada 2014 pernah terjadi hanya dalam 20 tahun terakhir.

Era itu, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berfokus pada penyelamatan rakyat. Bukan hal lain, ekonomi misalnya. Buktinya, tanggap cepat mitigasi. Hasilnya pun minim resiko penyebaran.

Soal ekonomi, ada kemiripan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Kala itu kasus wabah SARS juga melanda di tahun 2012. Dan di tahun ini hantaman wabah corona menjadi penyebab.

Tapi apa, Pak SBY waktu itu lebih memilih fokus terhadap keselamatan rakyat. Pemimpin saat ini tampaknya bertolak belakang.

Hanya kampanye “Jangan Panik” yang disebarkan pemerintah tanpa berpikir mencari jalan keluar.

Kondisi langkah pemerintah saat ini, jadi teringat pernyataan pemikir terkenal Amerika Serikat Ralph Waldo Emerso.

“Ketakutan sering kali terjadi karena ketidaktahuan.”

Kalau enggak takut, harus tegas. Kunci semua negara yang terjangkit Corona, tanpa terkecuali.

Contoh tegas seperti di kawasan Asean sendiri. Hanya Filipina yang bertindak tegas dalam mencegah wabah Corona. Kota Manila di-“lock down” oleh Presiden Duerte.

Presiden dikenal “Jango” itu pun tanpa pikir panjang. Semua demi keselamatan rakyat Filipina dan dunia pada umumnya.

Selain itu, pemerintah wajib sediakan informasi Wabah Corona secara akurat.

Banyak informasi tentang virus Corona beredar. Tetapi tak banyak informasi yang memandu dan apalagi ruang komuniasi yang interaktif yang memungkinkan warga berkonsultasi.

Berita Wabah ini masuk informasi publik kategori serta merta pasal 10 UU Keterbukaan Informasi Publik, maka menjadi kewajiban pemerintah sebagai badan publik untuk menyediakan informasi yang transparan dan mudah diakses.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #partai-demokrat  #corona  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DOMPET DHUAFA KURBAN 2026
advertisement
IDUL ADHA 2026 M LOKOT N
advertisement
Lainnya
Opini

Diaspora Indonesia dan Jalan Tengah Negara: Menjawab Polemik Keadilan Kebijakan Imigrasi dalam Perspektif Asta Cita Presiden Prabowo

Oleh Abdullah Rasyid | Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
pada hari Sabtu, 16 Mei 2026
Artikel yang dimuat Media Teropong Senayan dengan judul “Kemenlu RI dan atau Imigrasi: Masihkah Ada Keadilan bagi Diaspora Indonesia?” patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap ...
Opini

Kemenlu RI dan Atau Imigrasi Masihkah Ada Keadilan bagi Diaspora Indonesia?

Opini ini saya tulis berdasarkan kejadian yang dialami oleh sahabat saya yang saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah kampus di New Jersey, Amerika Serikat. Ia menyampaikan secara rinci ...