Oleh Aries Kelana pada hari Selasa, 31 Mar 2020 - 10:16:20 WIB
Bagikan Berita ini :

WHO Peringatkan Lagi Jangan Pakai Masker Jika Sehat

tscom_news_photo_1585624580.jpg
Masker (Sumber foto : Aries Kelana)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan masyarakat, jumlah kasus COVID-19 tetap melaju cepat. Sampai berita ini diturunkan, jumlah kasus COVID-19 sudah mencapai 785.717 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 37.814 orang.

Salah satu upaya untuk menghambat penularan COVID adalah penggunaan masker. Namun karena kelangkaan masker, banyak masyarakat yang menggunakan asal masker, tak hanya masker N95 yang direkomendasikan WHO, melainkan juga masker terbuat dari kain biasa yang dilapisi busa. Yang memakai masker tak hanya yang sakit, tetapi juga yang sehat.

Dalam situs reuters.com (31/3/2020) seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan WHO masih meminta masyarakat untuk tidak lagi untuk menggunakan masker wajah kecuali mereka sakit terpapar a virus Corona, penyebab COVID-19 atau orang yang tengah merawat pasien.

Menurut WHO, tidak ada bukti spesifik yang menunjukkan bahwa pemakaian masker bermanfaat. "Bahkan, ada beberapa bukti sebaliknya dalam kesalahan memakai masker dengan benar," kata Dr. Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO pada konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Menurutnya, yang memerlukan masker itulah adalah para petugas kesehatan yang berada di garis terdepan menangani pasien setiap detik per hari.

Menurut Ryan, saat ini ada masalah bahwa kita memiliki kekurangan masker dan peralatan medis . "(Kalau) mereka tidak memiliki masker itu yang mengerikan," ujarnya.

Sementara itu, Maria Van Kerkhove, epidemiolog penyakit menular WHO mengatakan, WHO memprioritaskan penggunaan masker bagi mereka yang paling membutuhkannya, yang akan menjadi pekerja perawatan kesehatan di garis depan.

"Kami tidak merekomendasikan penggunaan masker kecuali Anda sendiri sakit dan untuk mencegah penyebaran dari Anda jika Anda sakit," kata Van Kerkhove.

Teriakan berkali-kali yang dilontarkan WHO masuk akal. Sebab itu terjadi di banyak negara. Beberapa perusahaan penghasil masker juga menampik melakukan penimbunan atau justru mengekspor masker ke luar negeri.

"Memang kebutuhan masyarakat sangat tinggi, itu kan menyangkutsupplydandemand, digelontorkan berapapun cepat habis," kata Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Kimia Farma. Menurutnya, setiap apotek Kimia Farma mendapat pasokan cuma 20 boks.

tag: #corona  #masker  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Donald Trump Tarik Kembali Ucapannya Yang Berbau Kekerasan di Twitter

Oleh Aries Kelana
pada hari Sabtu, 30 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Setelah kerusuhan massa tak terkendali terjadi Minneapolis, Amerika Serikat (AS), Presiden A.S. Donald Trump mengeluarkan kata-kata yang mengandung unsur ...
Berita

Terkait Nyawa Rakyat, HMS Ingatkan Implementasi New Normal Perlu Kajian Matang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center, Hardjuno Wiwoho mengatakan transisi kenormalan baru (New Normal)  harus disiapkan secara teliti melalui kajian ...