Oleh Rihad pada hari Rabu, 01 Apr 2020 - 15:56:30 WIB
Bagikan Berita ini :

300 Siswa Polisi Terpapar Corona, Sukabumi Jadi Klaster  Baru yang Mengejutkan

tscom_news_photo_1585731390.jpeg
Setukpa (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono menyatakan 300 Siswa Setukpa Lemdikpol (Sekolah Pembentukan Perwira Lembaga Pendidikan Polri) Polri di Kota Sukabumi, telahdinyatakan positif Covid-19.

Argo mengungkapkan 1.550 siswa yang ada di Setukpa menjalani rapid test beberapa hari lalu. Dari jumlah tersebut, 300 siswa dinyatakan positif Corona berdasarkan hasil rapid test.

"Saat ini 300 siswa yang dinyatakan positif usai rapid test tersebut ada di Setukpa, kemudian 1.250 siswa lainnya itu cuti. Dari 300 ini sudah dilakukan langkah oleh Setukpa, Pusdokes Polri, SDM Polri, dan Kasetukpa," ucap Argo, Rabu (1/4/2020).

Ada beberapa langkah yang dilakukan Polri, antara lain pemberian vitamin dan isolasi mandiri. Saat ini kondisi 300 siswa tersebut dalam keadaan baik. "Yang pertama isolasi mandiri, kedua adalah pemberian vitamin C injeksi maupun tablet. Kemudian rontgen, olahraga ringan, berjemur. Itu semua sudah kita lakukan. Secara teknis akan dijelaskan nanti oleh Kapusdokes," kata Argo.

Ia meminta masyarakat yang tinggal di sekitar area Setukpa tidak resah dan khawatir karena pihaknya sudah melakukan langkah sesuai protokol kesehatan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona.

Argo kemudian bercerita semula ada satu orang siswa yang Demam Berdarah. Yang kemudian karena kita rontgen ada berkabut, hasilnya dirujuk ke RS Kramat Djati. Kemudian bertambah ada delapan orang siswa merasa demam. “Kita lakukan rontgen dan berkabut juga. Delapan itu kita rujuk ke RS Kramat Djati Polri. Ini ada sembilan orang, kemudian yang dua orang kita kirim ke RS Bhayangkara di Brimob perawatannya," lanjut Argo.

"Masyarakat sekitar Setukpa tidak perlu khawatir. Dari 300 siswa itu sudah dilakukan langkah-langkah kedokteran sudah kita lakukan. Langkah psikologi juga sudah kita lakukan. Semua dalam kondisi baik dengan situasi baik pula," tandasnya.

"Sesuai perintah Bapak Kapolri, karena sehubungan dengan adanya pemberitaan siswa Setukpa terjangkit atau positif Corona. Makanya kita cek ke sini. Ada Ka SDM Polri dan Karo Psikologi dengan juga Kepala Setukpa. Jadi kita langsung mengecek, mengawasi, melihat, kita memberikan beberapa arahan-arahan berkaitan dengan siswa tersebut," kata Argo.

Sukabumi Klaster Baru

Sebelumnya diberitakan, satu kecamatan di Kota Sukabumi menjadi klaster atau penyebaran baru virus Corona. Hal itu terlihat dari hasil rapid test yang dilakukan secara masif sejak pekan lalu. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan sempat terkejut melihat gambaran peta penyebaran Covid-19 lewat rapid test tersebut yang di luar dugaan. Sebelumnya, pemerintah menduga penyebaran wabah paling banyak di kota atau kabupaten yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

Sebelumnya, dari 22 ribu hasil tes, 300 orang yang terindikasi positif Covid-19 terdeteksi. Kebanyakan, kata Kang Emil, mereka berasal dari wilayah di Sukabumi tersebut.

"Dari hasil tes masif itu, paling banyak itu dari Sukabumi, itu yang terbesar dari seluruh wilayah kabupaten dan kota di Jabar, jadi bukan di Depok, Bekasi, ini menjadikan Sukabumi sebagai klaster baru," kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (30/3/2020).

tag: #corona  #polisi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...