Oleh Aries Kelana pada hari Kamis, 02 Apr 2020 - 16:27:24 WIB
Bagikan Berita ini :

Tiga Wartawan Citizen Journalism Cina Hilang, DPR Minta Deplu AS Beraksi

tscom_news_photo_1585819644.jpg
Penanganan pasien Corona di Wuhan (Sumber foto : )

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Tiga warga Cina yang berprofesi citizen journalism dinyatakan hilang. Mereka adalah Fang Bin, Chen Qiushi, dan Li Zehua. Seperti dilaporkan reuters.com (2/4/2020), keberadaan mereka tak jelas usai meliput pengambilan mayat di salah satu rumah sakit di Wuhan.

Jim Banks menyerukan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) bereaksi. Anggota Kongres dari Partai Republik itu meminta Gedung Putih ini menanyai Cina seputar nasib mereka.

"Ketiga orang ini memahami risiko pribadi yang terkait dengan pelaporan independen terhadap virus corona di Cina, tetapi mereka tetap melakukannya," tulis Banks.

Kedutaan Besar Cina di AS dan Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapinya. Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying membantah tuduhan Banks. Ia menilai Banks tak memahami tuduhan tentang ketiga orang tersebut. Cina telah bertindak secara "terbuka dan transparan" selama krisis COVID-19.

“Saya sangat ingin tahu mengapa anggota parlemen ini berfokus pada masalah negara lain ketika AS menghadapi pandemi seperti itu. Dan apa yang mereka katakan benar-benar didasarkan pada pesan dan informasi yang dibuat-buat, ”kata Hua pada konferensi pers.

"Mereka lebih baik menggunakan waktu mereka untuk melakukan sesuatu yang konkret untuk rakyat mereka, menyelamatkan hidup mereka, [dan] melindungi keselamatan mereka."

Virus Corona pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember 2019. Sekitar 11 juta warga di kota industri di Cina ikut terdampak. Beberapa ratus ribu orang terinfeksi dan virusnya menular sejumlah kota di Cina dan negara-negara lain, termasuk Indonesia. Pemerintah pun menutup Wuhan, selama lebih dari sebulan.

“Saya sangat ingin tahu mengapa anggota parlemen ini berfokus pada masalah negara lain ketika AS menghadapi pandemi seperti itu. Dan apa yang mereka katakan benar-benar didasarkan pada pesan dan informasi yang dibuat-buat, ”kata Hua pada konferensi pers harian, Kamis.

"Mereka lebih baik menggunakan waktu mereka untuk melakukan sesuatu yang konkret untuk rakyat mereka, menyelamatkan hidup mereka, [dan] melindungi keselamatan mereka."

Virus ini pertama kali muncul di Wuhan pada akhir Desember, memuakkan puluhan ribu orang dan meningkatkan kehidupan di kota industri yang berpenduduk 11 juta orang di Cina tengah.

Kebijakan sensor China telah berada di bawah pengawasan sejak wabah virus di tengah tuduhan dari kritik online dan media lokal bahwa mereka berpotensi mengaburkan keseriusan wabah pada tahap awal.

tag: #corona  #amerika-serikat  #cina  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Ombudsman Turun Tangan Atas Pemecatan 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir

Oleh Sahlan Ake
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Lembaga pengawasan Ombudsman Perwakilan Sumatera Selatan menyelidiki pemecatan terhadap 109 tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir oleh bupati setempat pada 21 ...
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...