Oleh Givary Apriman pada hari Sabtu, 04 Apr 2020 - 19:33:56 WIB
Bagikan Berita ini :

PKS Sebut Kebijakan Pemerintah Tentang Mudik Membingungkan Masyarakat

tscom_news_photo_1586003636.jpg
Politisi PKS Mardani Ali Sera (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Politisi PKS Mardani Ali Sera mengatakan kalau kebijakan mengenai mudik lebaran menjadi polemik yang membingungkan masyarakat.

Akhir akhir ini kebijakan pemerintah tentang pulang kampung menjadi perbincangan ditengah masyarakat dimana terjadi perbedaan antara Jubir Presiden Fadjroel Rachman dan Menseneg Pratikno.

Mardani menyoroti kalau komunikasi istana dalam menyampaikan kebijakan tidak terkoordinasi sehingga membingungkan masyarakat.

"Kebijakan dan komunikasi publiknya. Maju mundur dan banyak pintu berbeda-beda," kata Mardani ketika dihubungi, Sabtu (04/04/2020).

Penggagas hastag #kamioposisi ini menilai ditengah wabah virus corona yang masih merebak kalau kebijakan pemerintah mengenai mudik masih kacau.

"Kejelasan dan kebijakan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah amburadul," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI tersebut juga memaparkan kalau komunikasi yang dilakukan pemerintah tidak baik ditambah Presiden gagal mengkoordinasi pihak terkait.

Hal itu membuat kualitas kepemimpinan Presiden tidak tegas sehingga kerap terjadi miss koordinasi.

"Semua karena komando penanganan tidak satu dan kualitas kepemimpinan yang tidak kokoh," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru bicara Presiden Fadjroel Rachman menyampaikan mengenai kebijakan mudik yaitu pemerintah bukan tidak melarang mudik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) meralat pernyataan jubir presiden tersebut dengan mengatakan pemerintah mengajak supaya masyarakat tidak mudik dan pemerintah juga menyiapkan bantuan untuk masyarakat kecil.

"Yang benar adalah pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik. Dan pemerintah menyiapkan bantuan sosial yang diperbanyak penerima manfaatnya dan diperbesar nilainya kepada masyarakat lapisan bawah," kata Pratikno dalam pernyataan persnya, Kamis (02/04/2020).

tag: #pks  #mudik  #corona  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Berita

Anies Tak Ingin Ada Gelombang Kedua Covid-19 di DKI

Oleh Rihad
pada hari Monday, 25 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan arus warga  ke luar-masuk wilayah Provinsi DKI Jakarta di masa perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan ...
Berita

Tradisi Balon Udara Berbahaya Bagi Penerbangan, Pelanggarnya Bisa Didenda Rp 500 Juta

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tradisi menerbangkan balon udara sangat berbahaya. Jika sampai terbang tak terkendali, balon udara bisa membahayakan penerbangan. Bayangkan, sebuah balon udara berukuran ...