Oleh Jihan Nadia pada hari Senin, 13 Apr 2020 - 20:23:05 WIB
Bagikan Berita ini :

93 Persen Daerah Telah Melakukan Refocusing dan Realokasi APBD untuk Tangani COVID-19

tscom_news_photo_1586784185.jpg
Bahtiar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Upaya penanganan penyebaran COVID-19 di Indonesia semakin merata. Lebih dari 90% provinsi sudah melakukan refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai upaya pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan COVID-19 di lingkungan pemerintah daerah.

“Total sudah sekitar Rp55 triliun yang dianggarkan oleh provinsi, kabupaten dan kota untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta memberikan bantuan bagi masyarakat yang secara ekonomi terdampak akibat kebijakan physical distancing ini,” ucap DR. Moch. Ardian N., M.Si, Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, (13/4/2020).

Jumlah ini merupakan data terakhir yang masuk pada tanggal 12 April 2020. “Angka ini akan terus bertambah, karena saat ini data terhimpun masih 93,73 persen. Kami masih akan terus update terutama bagi daerah yang belum melapor,” lanjut Ardian.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor.1 Tahun 2020, yaitu agar seluruh kepala daerah segera melakukan percepatan pengutamaan penggunaan alokasi anggaran kegiatan tertentu (refocusing) atau realokasi anggaran untuk meningkatkan kapasitas penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah masing-masing tetap hidup, dan penyediaan jaring pengamanan sosial (social safety net).

Refocusing dan realokasi APBD dilakukan melalui optimalisasi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan berpedoman pada Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan COVID-19 di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Dalam Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tersebut, para kepala daerah juga diinstruksikan agar menghimbau masyarakat supaya tidak mudik guna menghindari penyebaran COVID-19. “Namun, bagi yang terlanjur mudik agar melakukan isolasi mandiri dan melaksanakan protokol kesehatan,” tutup Ardian.

Lebih lanjut Kepala Pusat Penerangan/Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar, menyampaikan data tersebut masih terus bergerak, dan beberapa daerah belum lapor, kami masih tunggu. Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri secara aktif memberikan bimbingan kepada Pemda dalam melakukan re-alokasi APBD.

"Demikian pula kami minta Pemda Provinsi secara aktif memberikan bimbingan kepada Pemda Kabupaten/Kotauntuk lakukan realokasi. Beberapa daerah masih melakukan perhitungan. Dan jumlah realokasi terus bertambah," ujar Bahtiar.

"Mendagri Tito Karnavian, mengucapkan terima kasih atas kekompakan Pemda, Kepala Daerah dan DPRD yang melaksanakan Instruksi Mendagri," tutup Bahtiar.

tag: #mendagri  #covid  #apbd  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dua Hari Terakhir, Penularan COVID-19 Pecahkan Rekor di Kabupaten Bogor

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 26 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat rekor kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tertinggi selama dua hari berturut-turut. "Hari ini ada 57 tambahan kasus terkonfirmasi ...
Berita

Tingkatkan Kewaspadaan, Jumlah Meninggal Akibat COVID-19 Lebih 10 Ribu Orang

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Tidak diragukan lagi COVID-19 adalah virus yang berbahaya. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat penambahan 4.494 kasus sehingga jumlah akumulasi kasus infeksi di ...