Oleh Tommy pada hari Rabu, 13 Mei 2020 - 06:55:16 WIB
Bagikan Berita ini :

IPM DKI Tertinggi, Penduduk Miskin Hanya 3,42 persen

tscom_news_photo_1589327716.jpg
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber foto : istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Provinsi DKI Jakarta memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 80,76 meningkat dari tahun sebelumnya 80,47. Sementara penduduk miskinnya paling rendah di Tanah Air

"Angka ini merupakan IPM tertinggi di Indonesia. Ini mengindikasikan kesempatan masyarakat di DKI Jakarta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan yang semakin membaik," ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran (TA) 2019 dalam rapat paripurna, di gedung DPRD DKI Jakarta, pada Selasa (12/5).

Dari indikator sosial, jumlah penduduk miskindi DKl Jakarta pada tahun 2019 tercatat sebesar 362.300 orang atau 3,42 persen dari total penduduk Provinsi DKI Jakarta.

Angka ini, berada di bawah jumlah penduduk miskin rata-rata nasional sebesar 9,22 persen. "Angka ini merupakan yang terendah di seluruh Provinsi di Indonesia," kata Anies.

Anies memaparkan indikator ekonomi DKI Jakarta pada 2019.Pertama,Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 mencapai Rp 2.840,33 triliun atau naik 9,27 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 2.599,33 triliun.

Kedua, PDRB per kapita Provinsi DKI Jakarta atas dasar harga berlaku pada 2019 mencapai Rp 269,07 juta atau meningkat 8,36 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 248,32 juta.

Ketiga,pada tahun 2019 perekonomian Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan perekonomian nasional yang besarnya hanya mencapai 5,02 persen. Menurut dia, hal tersebut didukung dari pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga dan Lembaga non Profit Rumah Tangga (LNPRT).

Keempat, tingkat inflasi di DKI Jakarta selama tahun 2019 tercatat 3,23 persen atau lebih rendah 0,04 persen dari tahun lalu yang sebesar 3,27 persen. Hal tersebut berkat program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas distribusi dan harga bahan pangan di Provinsi DKI Jakarta.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Idul Fitri 1441H Dharma Jaya
advertisement
Idul Fitri 1441H Mendagri Tito Karnavian
advertisement
Idul Fitri 1441H Yorrys Raweyai
advertisement
Idul Fitri 1441H Nasir Djamil
advertisement
Idul Fitri 1441H Sukamta
advertisement
Idul Fitri 1441H Irwan
advertisement
Idul Fitri 1441H Arsul Sani
advertisement
Idul Fitri 1441H Cucun Ahmad Syamsurijal
advertisement
Idul Fitri 1441H Abdul Wachid
advertisement
Idul Fitri 1441H Puteri Komarudin
advertisement
Idul Fitri 1441H Adies Kadir
advertisement
Idul Fitri 1441H Mohamad Hekal
advertisement
Idul Fitri 1441H Ahmad Najib Qodratullah
advertisement
Lainnya
Jakarta

Perpanjangan PSBB Hingga 4 Juni Tentukan Transisi DKI Menuju New Normal

Oleh Tommy
pada hari Selasa, 26 Mei 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi DKI Jakarta hingga 4 Juni 2020, menjadi fase penentu masa transisi menuju kenormalan baru atau New ...
Jakarta

Kabar Gembira, Mal di Jakarta Segera Dibuka dan Ini Daftarnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ada kabar gembira untuk warga DKI Jakarta, dimana setelah penerapan PSBB Selesai, pada 4 Juni Mal di Jakarta akan segera dibuka. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja ...