Oleh Bachtiar pada hari Rabu, 27 Mei 2020 - 20:58:28 WIB
Bagikan Berita ini :

Arab Saudi Belum Putuskan Pelaksanaan Ibadah Haji 2020

tscom_news_photo_1590587908.jpg
Ka'bah (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Achmad Rizal Purnama mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi belum mengambil keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2020.

Informasi tersebut diperoleh berdasarkan komunikasi Kemlu RI dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, maupun dari perwakilan RI yang ada di Jeddah dan Riyadh.

“Memang kita tahu pemerintah Saudi telah membentuk komite tingkat tinggi yang dipimpin Raja Salman sendiri untuk memutuskan hal ini (ibadah haji). Namun, sampai hari ini keputusan belum dikeluarkan,” ungkap Rizal dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Rabu (27/05/2020).

Meskipun Arab Saudi telah melonggarkan aturan karantina wilayah sebagai respons atas pandemi COVID-19, Rizal menyatakan bahwa relaksasi tersebut belum mengarah ke keputusan penyelenggaraan haji tahun ini.

Relaksasi itu mencakup pembukaan kembali masjid-masjid di Saudi, kecuali di Mekkah, mulai 31 Mei mendatang.

“Namun, protokol kesehatan akan tetap diterapkan ketat, 20 menit sebelum azan masjid baru dibuka, dan 20 menit setelah shalat akan ditutup kembali,” kata Rizal.

Sementara itu, Kementerian Agama RI berharap pemerintah Saudi segera memberi kepastian mengenai keberlanjutan penyelenggaraan ibadah haji.

Menurut Juru Bicara Kemenag Oman Fathurahman, informasi kepastian penyelenggaraan haji sangat penting mengingat waktu pelaksanaan rukun Islam kelima itu semakin dekat.

Selain itu, Kemenag harus melakukan beragam persiapan untuk penyelenggaraan haji seperti transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan, dan hal terkait lainnya.

“Informasi mengenai kepastian penyelenggaraan ibadah haji menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini,” kata Oman.

Arab Saudi akan mulai mengurangi pembatasan pergerakan dan perjalanan pekan ini, setelah lebih dari dua bulan memberlakukan langkah-langkah ketat untuk menahan laju penyebaran virus corona.

Pembatasan akan dicabut dalam tiga tahap, yang berpuncak pada diakhirinya jam malam mulai 21 Juni, kecuali di Mekkah.

Namun, ibadah haji dan umrah, yang menarik jutaan jamaah Muslim dari seluruh dunia ke negara itu, akan tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sejauh ini, kerajaan itu mencatat 74.795 kasus COVID-19 dengan 399 kematian. Lebih dari 2.000 kasus masih dilaporkan setiap harinya. (Antara)

tag: #haji  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Berita

Debat Adian Vs Erick Tohir Dinilai Tak Selevel, Ibarat Pimpinan Lawan Anak Buah

Oleh Sahlan Ake
pada hari Senin, 06 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tulisan yang dilontarkan Adian Napitupulu tentang silang sengkarut pengelolaan BUMN yang sedang dilakukan oleh Menteri Negara BUMN Erick Thohir menjadi berkepanjangan. Di ...
Berita

Pengamat: Golkar Kota Bekasi Bakal Stagnan Jika Tak Ada Regenerasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Perolehan suara Partai Golkar Kota Bekasi diperkirakan akan stagnan jika dalam Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi memilih kembali Rahmat Effendi sebagai ketua DPD Golkar ...