Berita
Oleh Rihad pada hari Saturday, 06 Jun 2020 - 06:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Bikin Terkejut Kepala Dinas, Ada Warga Positif COVID 19 Tidak Isolasi Mandiri

tscom_news_photo_1591376993.jpg
Kepada Dinas Kesehatan Bogor Sri Nowo Retno (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat dr Sri Nowo Retno terkejut terkait adanya warga positif COVID-19 tapi tidak melakukan isolasi mandiri dan bahkan masih berinteraksi dengan para tetangga. "Waduh, kok masih berinteraksi dengan warga. Pasien positif itu harus menjalani isolasi mandiri secara ketat di rumahnya, tidak boleh keluar rumah sebelum dinyatakan sembuh," kata Sri Nowo Retno, Jumat (5/6/2020).

Dikabarkan sebelumnya, pada Senin (1/6), Kadinkes Kota Bogor menyebutkan satu dari dua kasus yang ramai dibicarakan adalah kasus impor, yakni warga Kota Bogor yang kembali dari Manila, Filipina.Pasien itu, sebelumnya sudah dirawat di ruang rawat isolasi di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. "Untuk kasus ini sudah dilakukan tes swab lagi pada 28 Mei, hasilnya masih positif," kata Retno.

Sementara itu, informasi yang dihimpun dari warga di sebuah perumahan di Kota Bogor menyebutkan, pasien positif COVID-19 itu setelah keluar dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Kemayoran Jakarta, sudah berada di rumahnya selama sembilan hari, sebelum dijemput lagi oleh petugas medis, pada Senin (1/6). Diperoleh informasi bahwa selama berada di rumah, pasien itu belum menjalani isolasi mandiri dan sudah berinteraksi dengan para tetangga.

Menurut Retno, kalau pasien positif tersebut tidak bisa disiplin menjalani isolasi mandiri secara ketat di rumah, maka akan diisolasi di rumah sakit.Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan camat dan RW siaga setempat.

Retno juga mengingatkan warga tetangganya yang kontak langsung dengan orang positif COVID-19 tersebut akan dilakukan "rapid test". "Saya minta petugas surveilans di puskesmas setempat untuk melakukan kontak penelusuran (tracing)," katanya.

Sebelumnya, kasus positif COVID-19 di Kota Bogor bertambah dua kasus lagi pada Senin (1/6) sehingga jumlah seluruhnya menjadi 113 kasus.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengingatkan jika ada warga Kota Bogor yang khawatir karena telah berinteraksi langsung dengan orang yang kemudian diketahui positif COVID19 agar segera mendaftarkan diri untuk menjalani tes cepat.

"Segera mendaftarkan diri ke puskesmas setempat, untuk mengikuti "rapid test" sehingga segera dilakukan antisipasi, karena periode inkubasi virus corona pada 3-14 hari," demikian Dedie A Rachim.

tag: #corona  #bogor  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Berita Lainnya
Berita

FPKS: Perpres Perubahan Kartu Prakerja Mestinya Dihentikan Saja

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 13 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Presiden Joko Widodo melakukan revisi pelaksanaan Program Kartu Prakerja dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 76 tahun 2020 tentang Perubahan atas Perpres 36/2020 ...
Berita

Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman Disebut Kembali Aktor Pembunuhan Jamal Khashoggi 

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Seorang pejabat PBB mengatakan, Putra Mahkota Arab Mohammed bin Salman adalah tersangka utama dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di ...