Zoom
Oleh Rihad pada hari Thursday, 11 Jun 2020 - 08:00:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Nikmatnya Warga Selandia Baru Setelah Lewati Masa Kritis Corona

tscom_news_photo_1591830950.jpg
Perdana Menteri Jacinda Ardern (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Warga Selandia Baru sudah mulai hidup seperti sedia kala tapi dengan norma baru mulai Selasa (9/6). Saat mengumumkan pencabutan semua aturan terkait virus corona di Selandia Baru, termasuk aturan menjaga jarak fisik antar warga, PM Ardern mengaku sangat senang.

Ada aturan di Selandia Baru yang sudah longgar. Antara lain, menjaga jarak fisik antar individu sudah tidak perlu dilakukan. Kapasitas penumpang transportasi umum sudah tidak dibatasi. Tidak ada batasan untuk jumlah warga yang berkumpul, termasuk dalam acara sosial dan acara pribadi.

Namun warga diimbau untuk mencatat kemana mereka pergi, baik lewat aplikasi pemerintah atau dicatat sendiri. Warga sudah boleh bepergian di dalam negeri untuk membantu pemulihan ekonomi. Perbatasan masih ditutup dan mereka yang baru masuk Selandia Baru wajib diisolasi

"Kita bisa menggelar acara-acara publik tanpa pembatasan … pernikahan dan pemakaman tanpa pembatasan, ritel kembali [buka] tanpa pembatasan, industri hospitality [restoran, kafe, hotel] tanpa pembatasan, transportasi publik dan berpergian kemanapun dalam negeri dibuka sepenuhnya," ujarnya.

Tapi PM Ardern menegaskan bahwa penularan berhasil ditekan hanya untuk saat ini. Menurutnya butuh upaya yang berkelanjutan untuk menjaga agar tidak adanya kasus baru virus corona di negaranya.

Selain perbatasan Selandia Baru yang masih ditutup, sejumlah tempat telah dilengkapi dengan "barcode" yang bisa dipindai ponsel agar dapat melacak jika ada penularan baru. "Di setiap toko atau kantor, kita scan barcode yang tersedia di pintu masuk, jadi terekam jam berapa kita masuk sebagai jaga-jaga kalau ada outbreak [penularan] lagi lebih gampang ditelusuri," Yutia berbagi pengalamannya dikutip dari ABC.

Tegas Menutup Pintu

Selandia Baru sebelumnya disebut-sebut sebagai salah satu negara yang tegas menutup diri. Tidak hanya pertama kali menutup perbatasannya dari negara lain, Selandia Baru juga menerapkan aturan paling ketat di dunia.

Salah satunya adalah saat berada di level empat dengan menutup hampir seluruh kegiatan ekonomi dan bisnis, kecuali hanya supermarket dan apotek besar yang boleh buka.

Tapi sekarang sudah lebih dari dua minggu Selandia Baru tidak mencatat kasus baru virus corona di seluruh negaranya. Sebanyak 1.154 warga di Selandia Baru dinyatakan tertular virus corona dengan 22 kematian.

Tes corona sudah dilakukan kepada hampir 300 ribu orang dari total penduduknya yang hampir 5 juta orang.

Sosok Jacinda Ardern sudah menuai banyak pujian, tidak hanya dari dalam negeri Selandia Baru tapi juga komunitas internasional untuk kepemimpinannya dalam menangani pandemi virus corona.

Pada bulan April lalu, ia pernah mengumumkan jika seluruh menteri dalam kabinetnya serta beberapa pejabat lainnya memotong gaji mereka sebagai bentuk simbolik bagi warga Selandia Baru yang kehilangan pekerjaan mereka.

Duta Besar Luar Biasa Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengatakan strategi Pemerintahan Ardern yang perlu menjadi rujukan negara-negara lain dalam mengatasi pandemi COVID-19 adalah mengkombinasikan sains dan kepemimpinan.

tag: #selandia-baru  #corona  #new-normal  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Zoom Lainnya
Zoom

Kematian Pasien COVID-19 di Jatim Tinggi Sekali, Apa Masalahnya?

Oleh Rihad
pada hari Sabtu, 11 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Persentase kematian pasien positif di Jawa Timur ternyata lebih tinggi dibanding rata-rata dunia. "Persentase kematian pasien COVID-19 yang meninggal dunia di luar ...
Zoom

Wawancara dengan Rocky Gerung: Isu Reshuffle Sampai Kartu Prakerja

TEROPONGSENAYAN --Kepemimpinan Presiden Joko Widodo di periode kedua tak semulus dengan kepemimpinannya di periode pertama. Belum genap setahun menjabat, beragam masalah muncul di tahun ...