Berita
Oleh Givary Apriman pada hari Sunday, 21 Jun 2020 - 09:30:00 WIB
Bagikan Berita ini :

Haris Azhar Kritik Pemerintahan Jokowi yang Menggunakan APBN Untuk Bayar Buzzer

tscom_news_photo_1592679090.jpg
Haris Azhar (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tengah menjadi sorotan karena disebut menghamburkan uang rakyat dalam skema APBN membayar buzzer atau influencer untuk menggiring opini publik.

Bahkan para buzzer tersebut tidak ragu untuk ‘menyerang’ warga yang mengkritik kebijakan pemerintah di media sosial.

Aktivis HAM Haris Azhar mengatakan tidak rela kalau dana rakyat dari APBN digelontorkan untuk para buzzer yang bekerja untuk menyerang aktivis demokrasi dan HAM.

Menuruutnya, selain itu bahkan penyidik KPK seperti Novel Baswedan menjadi sasaran para buzzer tersebut di media sosial.

“Saya keberatan uang rakyat dibuang-buang untuk membiayai kelompok ini (buzzer). Dicek teman-teman masyarakat sipil, follower akun-akun anonim penyerang itu cuma 3, 6,” kata Haris melalui keteranganya, Sabtu (20/06/2020).

Direktur Lokataru foundation tersebut menuturkan kalau pemerintah kerap acuh dalam menegakan hukum bagi warga negara yang membutuhkan keadilan.

Hal tersebut bertolak belakang ketika warga yang bersuara dan mengkritik pemerintah justru dikriminalisasi.

Haris mencontohkan dengan kasus yang dialami Ravio Patra yang merupakan pegiat demokrasi dan HAM, akun WhatsApp nya diretas karena terlalu lantang mengkritik kebijakan pemerintah dalam penanganan wabah.

“Negara sekarang perannya kebolak balik. Ketika harus intervensi seperti proses penegakan hukum kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan negara tidak hadir," tuturnya.

Haris menilai pemerintah seharusnya lebih reaktif terhadap semua rakyat termasuk yang mengriktik kinerja pemerintah karena bentuk kritik tersebut merupakan kepedulian rakyat kepada negara.

"Tetapi ketika ada warga yang berjuang untuk keadilan, mengkritik malah negara mengintervensi, jadi negara tidak bisa mengintervensi sampai 24 jam itu (kerja-kerja buzzer).” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Februari lalu Presiden Jokowi menyiapkan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk para influncer guna mempromosikan sektor pariwisata saat lesunya kunjungan turis imbas Virus Corona.

tag: #haris-azhar  #jokowi  #corona  #apbn  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Banner HUT RI Ke-75 TeropongSenayan.com
advertisement
Banner HUT RI Ke-75 Irma Suryani Chaniago
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Jokowi Puji Respon Cepat DPD RI

Oleh Bachtiar
pada hari Jumat, 14 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Presiden RI Joko Widodo memuji respon cepat DPD RI terhadap sejumlah masalah yang dihadapi daerah. Pujian tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato Presiden pada sidang ...
Berita

Hadiri Disidang Tahunan MPR, Idris Laena: Jaga Kesehatan Dengan Selalu Pakai Masker

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Hadir dan mengikuti Sidang Tahunan, adalah tugas serta kewajiban seluruh anggota MPR. Tak terkecuali pada sidang tahun 2020, yang diselenggarakan pada Jumat (14/8). Meski ...