Oleh windarto pada hari Senin, 22 Jun 2020 - 07:02:01 WIB
Bagikan Berita ini :

Bertemu Wagub Riza Patria, JTF Paparkan Strategi Jadikan Jakarta Destinasi Wisata Kelas Dunia

tscom_news_photo_1592784121.jpg
Ketua Umum JTF Salman Dianda Anwar memberikan cindera mata kepada Wagub Ahmad Riza Patria (Sumber foto : dok: istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pengurus Jakarta Tourism Forum (JTF) melakukan audiesi ke Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam rangka silahturahim dan diskusi, Jum’at 19 Juni 2020.

Dalam pertemuan tersebut, JTF menjelaskan dampak COVID-19 ke pelaku usaha jasa pariwisata serta menyampaikan langkah mendorong pariwisata DKI Jakarta menuju destinasi wisata kelas dunia.

Audiensi tersebut menghadirkan pengurus dan anggota JTF, sementara anggota JTF yang hadir yang diantaranya Ketua PHRI DKI Jakarta, Perwakilan ASITA DKI Jakarta, Sekjen LKB, Ketua Umum Asperapi, perwakilan APRINDO dan anggota lainnya sementara Wabug disampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam menerima kunjungan pengurus JTF.

Ketua Umum JTF Salman Dianda Anwar menyampaikan selama masa COVID 19 sektor industri pariwisata yang pertama mendapatkan dampak langsung dari COVID 19. ‘Destinasi, mall, perjalanan wisata ditutup operasionalnya oleh pemerintah sehingga tidak ada pemasukan dari kegiatan operasional usaha sementara pemasukan ekonomi DKI Jakarta dari sektor jasa pariwisata sangat besar sehingga Kita berharap selama masa PSBB transisi ini dukungan pemerintah sangat penting.

Selama Covid ini JTF juga bekerja sama dengan beberapa Dinas (SKPD) sedang berkoordinasi menyelesaikan Protokol Covid di industri pariwisata agar dapat segera diaplikasikan sehingga pelaku usaha dapat beroperasi sesuai dengan protocol Covid-19.

Selanjutnya juga JTF juga memberikan rekomendasi pengembangan wisata DKI Jakarta dengan merekomendasi 6 Pilar yang menjadi fokus pengembangan pariwisata di DKI Jakarta, meliputi Jakarta sebagai Pusat MICE dunia, Jakarta sebagai Pusat Sport Event, Jakarta sebagai pusat industri musik, dan Kreatif & lainnya Dunia, Jakarta sebagai Pusat Halal Tourism Dunia, Jakarta sebagai pusat Lifestyle (Muslim Fashion) dan Budaya Dunia dan Jakarta sebagai pusat wisata kuliner dunia.

Gagasan yang disampaikan oleh JTF sejalan dengan visi Pemprov DKI Jakarta menjadikan Jakarta sebagai kota dunia dengan standar Internasional.

Wagub Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa saat ini Pemprov DKI sedang mendorong dan meminta Dirut PT Jakarta Tourisindo selaku BUMD DKI bidang pariwisata menghadirkan produk, layanan dan jasa wisata yang kelas dunia dan standar internasional di DKI Jakarta.

Dikatakan Salman, Jakarta sebagai ibu kota juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata dunia yang tidak kalah dengan daerah yang ada di Indonesia lainya. S

“Kita focus menjadikan Jakarta destinasi wisata kelas dunia dan hal ini juga didukung oleh upaya yang dilakukan oleh pemprov dengan terus membangun berbagai fasilitas dan sarana- prasarana serta mempercantik kota Jakarta,” ungkap Salman.

Lebih lanjut Salman menambahkan ‘pengembangan destinasi wisata Jakarta potensinya besar sekali untuk menarik wisata baik lokal maupun mancanegara seperti destinasi Kawasan Kota Tua, Jaya Ancol, Wisata Museum, Setu Babakan, Taman Mini Indonesia Indah, Kepulauan Seribu, Pusat Wisata Belanja (FASHION), Destinasi Wisata Halal, Destinasi Kawasan Kuliner, Destinasi Wisata Bahari, Destinasi Ecotourism dan Taman Ismail Marzuki (TIM)’.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
DD X Teropong Senayan
advertisement
Lainnya
Jakarta

Anggota Komisi B DPRD DKI Pastikan Paket Bansos Produksi PT Food Station Sesuai Ketentuan

Oleh windarto
pada hari Selasa, 07 Jul 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Paket bantuan sosial (bansos) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang disiapkan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya sesuai dengan yang diminta oleh Dinas ...
Jakarta

Reklamasi Ancol Hanya Menguntungkan Pengelola Bukan Masyarakat

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Pengamat tata kota Universitas Trisakti Yayat Supriatna menilai reklamasi Ancol  hanya akan menguntungkan pihak pengelola, ketimbang warga Jakarta itu sendiri. ...