Oleh windarto pada hari Senin, 06 Jul 2020 - 06:59:50 WIB
Bagikan Berita ini :

Kunjungi PT Food Station, Wagub Ariza Patria Pastikan Protokol Kesehatan dan Pasokan Pangan Aman

tscom_news_photo_1593993590.jpg
Wagub Ahmad Riza Patria menandatangani produk beras yang diproduksi oleh PT Food Station Tjipinang Jaya (Sumber foto : dok: Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Pada masa perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi Fase 2, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengimbau agar seluruh unit kegiatan masyarakat di Ibu Kota Jakarta diimbau tetap melaksanakan protokol kesehatan pengendalian COVID-19 secara disiplin. Tidak terkecuali pabrik yang memproduksi dan mendistribusikan komoditas pangan, ataupun gudang sebagai tempat penyimpanannya.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, saat meninjau langsung Fasiltas Produksi dan Pergundangan milik PT. Food Station Tjipinang Jaya, di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu siang (4/7/2020).

"Hari ini kami mengunjungi PT Food Station dalam rangka memastikan semua unit kegiatan harus memenuhi protokol COVID-19 di masa PSBB transisi. Tidak hanya pasar, rumah ibadah, kantor, mal, tapi juga pabrik. Pabrik ini tempat yang besar, di sini berkumpul orang dalam jumlah besar. Potensi interaksi tinggi, (dan) penyebaran juga tinggi. Alhamdulillah tadi setelah kami keliling Fasilitas Produksi dan Pergudangan milik PT Food Station Tjipinang Jaya dan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) seluruhnya melaksanakan Protokol COVID-19," jelasnya.

Menurut Riza mematuhi dan menaati protokol covid-19 di masa PSBB transisi menjadi sangat penting, pasalnya hingga saat ini belum ditemukan obat (vaksin) untuk mengobati virus corona.

“Hingga kini belum ditemukan vaksin untuk mengobati orang yang terinfeksi virus corona dan saya berharap betul PIBC jangan sampai menjadi kluster baru. Makanya PSBB nggak kita hilangkan meskipun ada kelonggaran. Karena itu kita nggak menggunakan istilah new normal,” ungkap Riza.

Dalam tinjuannya, Wagub Ariza turut menyampaikan apresiasi atas kinerja serta sinergi PT Food Station sebagai salah satu BUMD kluster Pangan milik Pemprov DKI Jakarta yang telah menjalankan fungsinya dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah DKI Jakarta.

Ia pun berharap, Food Station terus memainkan perannya dengan baik dalam menstabilkan harga pangan guna menekan laju inflansi di Jakarta.

"Inilah yang kita minta supaya ini terus dilaksanakan. Dan yang penting terkait stabilitas harga, juga tugas PT Food Station memastikan inflansinya kecil. Jadi ini sudah dilakukan PT Food Station, bahkan kita juga memastikan pakan dari ternak juga terjangkau dengan baik (dan) harga yang sesuai. Karena kami (ingin) memastikan kesediaan pasokan (pangan), kestabilan harga, (dan) kualitas produknya," terang Wagub Ariza.

Di samping itu, Wagub Ariza berpesan agar Food Station terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai daerah di seluruh Indonesia, antara lain dengan memberikan kesempatan kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan UKM di daerah sentra produksi agar ikut berkolaborasi sebagai pemasok bahan pangan.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi ketersediaan pasokan pangan di Jakarta dengan harga dan kualitas yang baik, terutama komoditas beras.

"Jadi DKI Jakarta ini, seperti harapan Pak Gubernur untuk memberikan kesempatan Gakpoktan/petani di seluruh Indonesia yang surplus berasnya bisa dipasok ke Jakarta dengan harga yang baik. Kami bekerja sama dengan seluruh daerah di Indonesia. Food Station juga menyiapkan telur, bawang putih, minyak goreng, kornet, ikan, susu, dan lainnya, termasuk gula, ini proses yang baik," ucap Wagub Ariza.

Pemerintah Harus Ikut Pegang Kendali

Terkait penguasaan market share komoditi beras sebesar 10-15 persen Riza mengamini langkah yang dilakukan oleh PT Food Station, karena tujuannya bukan untuk memonopoli pasokan melainkan hanya untuk pengendalian pasar.

“Kita nggak bermaksud monopoli pasokan melainkan sekedar memiliki market share di batas yang wajar dan ini diperlukan agar pemerintah harus punya kendali terhadap komoditas strategis,” cetus Riza.

Namun demikian pengendalian tersebut bukan bentuk penguasaan yang dominan. Melainkan penguasaan harga komoditi beras menjadi terjangkau.

“Kita nggak ingin di momen-momen tertentu komoditi langka di pasar. Ini nggak boleh terjadi di Jakarta sebagai ibukota Negara yang kontribusi inflasinya mencapai 27,5 persen secara nasional,” tutur Riza.

Selain itu Wagub juga mengapresiasi pembuatan galeri padi yang menjelaskan informasi penting mengenai padi yang kita makan sehari-hari mulai dari dipanen oleh petani hingga bisa tersaji dan dikonsumsi oleh kita semua. Apalagi di galeri tersebut juga ada informasi mengenai produksi dan konsumsi beras dari dari beberapa negara dan daerah di Indonesia.

“Ke-depan saya berharap PT Food Station juga bisa melengkapi bangunan galeri ini dengan membuat sawah. Ini sangat penting agar anak-anak kita jadi paham mengenai cara menanam padi dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan hingga padi tersebut bisa dikonsumsi. Selain itu juga agar mereka bisa mengerti tentang peran petani yang konsisten menanam padi agar kita semua bisa mengkonsusinya,”tandas Riza.

Selain itu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria juga berharap sebagai BUMD Pangan DKI Jakarta PT Food Station bisa memperluas marketnya ke tingkat nasional.

Menjawab harapan tersebut Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menuturkan seiring dengan kerjasama dengan sejumlah peritel modern, jangkauan pemasaran produk-produk pangan yang dimiliki oleh PT Food Station dengan sendirinya meluas menjangkau tingkat nasional.

“Kami sudah bekerjasama dengan mayoritas peritel modern, dengan demikian kita semua bisa menemukan produk-produk PT Food Station di daerah lain seiring dengan jaringan pemasaran yang dimiliki oleh ritel tersebut,”tandas Riza.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Jakarta

Berkat Kebijakan Anies Atasi Covid-19, Investor Masih Percaya

Oleh Rihad
pada hari Senin, 10 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -Provinsi DKI Jakarta mencatatkan nilai realisasi investasi tertinggi secara nasional. Pada Triwulan II Tahun 2020, total investasi di DKI sebesar Rp30,1 triliun. Dinas ...
Jakarta

Jumlah Tes PCR di Jakarta 4 Kali Lipat Standar WHO

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-  Pertambahan kasus positif COVID-19 di Jakarta sebanyak 472 kasus pada Minggu 9 Agustus 2020. Hal ini menyebabkan total jumlah total kasus paparan adalah 25.714 orang, ...