Oleh Givary Apriman pada hari Rabu, 08 Jul 2020 - 08:50:45 WIB
Bagikan Berita ini :

Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet, Demokrat : Kemarahan Jokowi Hanya Drama Politik

tscom_news_photo_1594172598.jpg
Muhammad Rifai Darus (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Kemarahan Presiden Joko Widodo yang mengancam akan melakukan perombakan kabinet dinilai hanya sekadar pencitraan politik semata.

Beberapa hari lalu, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengklarifikasi perihal isu perombakan kabinet yang beredar di masyarakat tidak tepat karena usai presiden marah kinerja para Menteri terus membaik.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Muhammad Rifai Darus menilai, kemarahan Jokowi saat Sidang kabinet beberapa waktu lalu hanyalah sebatas drama politik.

Rifai menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi semakin meyakinkan publik bahwa pemerintahan ini kerap menunjukkan drama politik yang tidak berefek pada kinerja anak buahnya.

"Presiden marah-marah hanya sebuah pencitraan dan sebenarnya para menterinya udah paham, akhirnya gak ngefek ke kinerja, Menteri sudah paham ini hanya gertak sampal presiden," ucap Rifai melalui keteranganya, Selasa (07/07/2020).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa MRD ini mengatakan kalau para pembantu Jokowi sepertinya sudah paham dengan jalan cerita drama politik yang dimainkan oleh Jokowi.

Sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara, MRD meminta Jokowi segera menghentikan drama politik ditengah masyarakat.

Pasalnya, hal tersebut justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat karena permainab yang dilakukan oleh pemerintah.

"Padahal antara presiden dengan seluruh menteri sudah paham jalan cerita dari jalan drama ini. Video diunggah 10 hari setelah marah. Oleh karena itu ke depan jangan diulang lagi, karena rakyat semakin paham akan drama dan permainan pemerintah," pungkasnya.

tag: #partai-demokrat  #jokowi  #menteri-jokowi  #reshuffle-kabinet  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement