Oleh Rihad pada hari Rabu, 08 Jul 2020 - 12:18:46 WIB
Bagikan Berita ini :

Psikolog Bimbing Remaja Pembuang Mayat Bayi yang Dimakan Biawak

tscom_news_photo_1594185448.jpg
Penemuan jenazah bayi (Sumber foto : Humas Polres Buleleng)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- FSK, ibu pembuang bayi yang dimakan biawak di Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, menjadi tertekan setelah perbuatannya terungkap. Maklum saja, FSK masih berumur 17 tahun. Untuk itu, polisi memutuskan tidak menahannya.

“Tersangka masih di bawah umur, kami memang tidak melakukan penahanan terhadap FSK. Hanya saja karena ancaman hukuman terhadap tersangka FSK di atas 5 tahun, maka secara aturan diversi tidak bisa dilakukan,” ujar Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa didampingi Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto, Selasa (7/7) kepada media.

Menurutnya, pertimbangan lain tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka dengan alasan mental (psikologis) tersangka yang harus dijaga. “Maka saat ini tersangka masih didampingi psikolog. Kemudian masih berada di rumah penampungan sementara,” jelas AKBP Sinar Subawa.

Terkait siapa ayah biologis bayi tersebut, polisi masih melakukan pemeriksaan Laboratorium Kriminalistik terhadap satu ruas tulang dari jenazah bayi tersebut dan mengambil dua buah cotton swab dari tersangka FSK untuk mengetahui DNA bayi itu. "Mencari ayah kandung bayi tersebut nanti kami buktikan dari sampel DNA bayi yang diuji secara laboratorium," ujarnya.

Terduga pelaku yakni FSK, diketahui saat ini hidup tanpa asuhan dari kedua orang tuanya. Selama ini, FSK hanya hidup bersama kakek dan neneknya. Sedangkan ibu kandungnya telah lama berpisah dengan ayahnya.

Diberitakan sebelumnya, Warga Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak dibuat gempar dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki, Minggu (7/6) sekira pukul. Mirisnya lagi, bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terkoyak setelah beberapa organnya dimakan alu (biawak).

Mayat bayi pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kadek Suwitra. Kala itu, ia baru saja pulang dari pantai Desa Pemuteran. Namun, di tengah perjalanan, atau lebih tepatnya di Banjar Dinas Kembang Sari, Suwitra melihat seekor biawak di tengah tumpukan sampah sedang mengoyak sebuah bangkai. Rupanya setelah dilihat lebih jelas, Suwitra kaget bukan main, lantaran bangkai yang dimakan oleh biawak itu ternyata bayi.

Suwitra pun bergegas mengusir biawak itu, lalu melaporkan temuannya ini kepada Kelian Banjar Dinas Kembang Sari, dan anggota polisi di Mapolsek Gerokgak. Polisi yang menerima laporan ini, lantas bergegas datang ke TKP. Selanjutnya membawa orok berjenis kelamin laki-laki itu ke Puskesmas II Gerokgak. Bayi tersebut dimakamkan oleh pihak Desa Adat Pemuteran di Setra Pemuteran, Minggu (14/6) sore.

tag: #polisi  #pembuangan-bayi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Gantikan Erwin Rijanto, Doni Joewono Resmi Dilantik Sebagai Deputi Gubernur BI

Oleh windarto
pada hari Rabu, 12 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Doni Primanto Joewono resmi dilantik sebagai deputi gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, menggantikan Erwin Rijanto yang masa jabatannya habis pada 17 Juni 2020 lalu. ...
Berita

Polisi Tangkap Pelaku Intoleran, Yang Lain Diminta Menyerahkan Diri

JAKARTA (TEROPONG SENAYAN)- Polisi meringkus lima pelaku intoleran di Solo, Jawa Tengah. Kelima pelaku yakni berinisial DD, MM, MS,ML, dan RN. Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lhutfi pun mengimbau ...