Oleh Rihad pada hari Sabtu, 11 Jul 2020 - 22:50:06 WIB
Bagikan Berita ini :

Polisi Uber Pembunuh Editor Metro TV, Belasan Orang Diperiksa

tscom_news_photo_1594482368.jpg
Foto Yodi Prabowo (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Polisi menduga kuat editor Metro TV Yodi Prabowo tewas dibunuh. Ada luka bekas tusukan di leher dan dada.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus menyatakan barang berharga korban seperti motor dan perlengkapan pribadinya ditemukan utuh di dekat jasad korban.

Bahkan ada pisau dapur yang tergeletak di jaket korban. "Nanti yang menyimpulkan tim penyidik, kalau hilang berarti perampokan, itu dugaan awalnya saja," katanya.

Hingga saat ini, kata Yusri, sudah 12 orang diperiksa dari kalangan orang terdekat korban, seperti teman dan keluarganya. "Kemungkinan akan bertambah lagi," katanya.

Tapi hasil pemeriksaan keterangan saksi belum dapat disampaikan kepada publik.

Polisi juga mengerahkan anjing pelacak. Yusri menyebutkan olah TKP dilakukan untuk mencari petunjuk guna mengungkap pelakunya.

Tim khusus dibentuk Polda Metro Jaya di bawah komando Direktorat Kriminal Umum dan Kapolrestro Jakarta Selatan.

"Mereka sedang melakukan anev perkara pagi ini untuk dipelajari lebih lanjut terkait kasus ini, rencana akan dilaksanakan olah TKP lanjutan siang ini," katanya.

Yodi Prabowo ditemukan tewas di pinggir Tol JORR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7) setelah dinyatakan hilang oleh keluarga pada Selasa (7/7).

"Dari hari Rabu (8/7) tidak ada kontak, berarti dua hari," kata Pimpinan Redaksi Metro TV Arief Soeditomo beberapa waktu lalu.

Yodi merupakan karyawan Metro TV bekerja sebagai editor, jenazahnya ditemukan oleh warga menjelang Shalat Jumat pukul 11.45 WIB dalam posisi tertelungkup, berpakaian lengkap dengan jaket dan helm warna hitam.

Penjelasan Teman Dekat

Teman dekat Yodi Prabowo, Suci Fitri Rohmah, mengungkapkan Yodi sempat mau cerita masalah dia terakhir. "Hari Senin (6/7) dia telepon saya, ngasih tahu, aku pengen ngobrol berdua," kata kekasih korban, Suci Fitri Rohmah, usai pemakaman almarhum, di Jakarta, Sabtu.

Namun niat Yodi urung menceritakan masalahnya sebab Suci terkendala dengan kesibukan kerja.

"Cuma aku gak bisa karena posisinya kerjanya kan lagi "deadline"," kata perempuan yang sudah tujuh tahun berhubungan dekat dengan Yodi. Suci pun mengajak Yodi untuk bertemu di rumah, tapi ditolak sebab khawatir masalah yang sedang dihadapi diketahui oleh keluarga Suci. "Ya sudah, dia bilang antara Senin sampai Rabu. Habis itu ya sudah tidak ada kabar lagi," katanya.

Pada Rabu (8/7) Suci sempat menanti kedatangan Yodi, tapi ternyata tidak kunjung tiba.

"Aku kira hari Rabu dia datang ke rumah mungkin mau cerita, tapi ternyata dia gak cerita. Sayanya telat, nyesel banget saya. Andaikan dulu kerjaan gak lagi deadline, saya pasti dengarkan curhatannya," katanya.

tag: #pembunuhan  #metro-tv  #polisi  #yodi  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement