Oleh Alfin Pulungan pada hari Jumat, 24 Jul 2020 - 18:01:18 WIB
Bagikan Berita ini :

Jengkel Karena Kerap Dituding Dinasti Politik, Gibran: Tak Harus Pilih Saya, Bisa Pilih Bisa Tidak

tscom_news_photo_1595588433.jpeg
Gibran Rakabuming Raka (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Bakal Calon Walikota Solo, Gibran Rakabuming, akhirnya menjawab tudingan mengenai politik dinasti atas pencalonannya oleh PDI Perjuangan (PDIP), mengingat ia sendiri merupakan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jawaban itu disampaikan Gibran menjawab pertanyaan peserta diskusi virtual di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2020). Di acara itu, Gibran, Calon Bupati Kediri Hanindhito Pramana, dan Cabup Jembrana I Made Kembang Hartawan, hadir sebagai pembicara. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga hadir di acara itu.

Gibran bercerita, tudingan dinasti politik yang sering dialamatkan terhadap dirinya sebenarnya tak sesuai seperti yang dipersangkakan publik. Ia mengklaim, pencalonan dirinya bukan atas penunjukkan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, tapi murni atas dorongan dirinya sendiri.

"Tidak ada kewajiban untuk mencoblos saya. (Pilkada, red) ini kan kontestasi bukan penunjukkan. Jadi, kalau yang namanya dinasti politik, di mana dinasti politiknya? Saya juga bingung kalau orang bertanya seperti itu," ujar Gibran.

Gibran masygul karena mengaku banyak wartawan yang menanyakan soal dinasti politik terhadap dirinya. Di kota kelahirannya, Solo, Gibran mengungkapkan dirinya rutin menjernihkan masalah yang kerap menimpa dirinya itu.

"Jadi banyak yang menanyakan masalah dinasti politik, sebenarnya dalam satu tahun terakhir ini, kalau di Solo ya, saya setiap kali bertemu dengan warga, saya selalu jelaskan apa itu dinasti politik," kata Gibran.

"Saya kan ikut kontestasi (itu, red) bisa menang bisa kalah. Tidak harus diwajibkan memilih saya, bisa dipilih bisa tidak. Ya saya kan ikut kontestasi, bisa memang bisa kalah, bisa dicoblos bisa tidak," ujarnya lagi.

Gibran mengaku masyarakat Solo sudah memahami apa itu dinasti politik. Bahkan, lanjut dia, saat melakukan blusukan masyarakat selalu menerimanya dengan tangan terbuka.

"Kalau yang masih meributkan dinasti politik itu kan ya dari, ya kita tahu orang orangnya siapa, dan yang diributkan itu itu saja," sebut Gibran tanpa mau memberitahu siapa yang ia maksud.

Menurutnya, langkah ia menjadi Wali Kota adalah upaya untuk mensejahterakan masyarakat Solo. Ia menganalogikan jika dirinya hanya menjadi bos perusahaan, ia hanya mampu menjangkau karyawannya. Hal itu tentu berbeda jika dirinya sukses menjadi wali kota Solo, akan lebih banyak masyarakat yang ia jangkau.

"Ya saya juga pengusaha. Yang saya sentuh hanya karyawan saya saja. Tetapi kalau saya masuk ke politik, yang bisa saya sentuh kalau di Solo ya 500.000-an orang yang bisa saya sentuh melalui kebijakan-kebijakan saya," kata dia.

tag: #gibran-rakabuming  #solo  #pdip  #jokowi  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Editorial

Musyawarah Mufakat, Aklamasi, Atau Voting

Oleh
pada hari Selasa, 02 Des 2014
DALAM setiap majelis atau perjamuan besar, pasti ada persoalan bersama yang dibahas. Dan, nantinya akan menjadi sebuah ketetapan bersama. Persoalan bersama itu antara lain membahas program kerja, ...
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

PDIP: Penundaan Pilkada Ditengah Pandemi Akan Menciptakan Ketidakpastian Baru

Oleh Bachtiar
pada hari Senin, 21 Sep 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Pilkada Serentak 2020 harus diselenggarakan pada tahun ini. Menurut dia, di tengah pandemi ini, setiap ...
Berita

KAMI Minta KPU Tunda Pilkada Serentak 2020

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan penyelenggara negara menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, ...