Oleh Rihad pada hari Sabtu, 01 Agu 2020 - 21:13:30 WIB
Bagikan Berita ini :

Habis Dikritik Tito, Pasha Ungu Kini Plontos

tscom_news_photo_1596291210.jpg
Pasha Ungu (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau akrab dikenal sebagai Pasha Ungu akhirnya mencukur rambut hingga gundul. Lewat story akun Instagram-nya, @pashaungu_vm, ia menayangkan proses pemangkasan rambutnya hingga plontos.

Sebelumnya gaya rambut Pasha sempat memantik perhatian publik. Dalam posisi menjabat kepala daerah, dia nekat mengecat rambut yang awalnya hitam menjadi pirang. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahkan sampai memberikan teguran. Tito mengatakan, secara aturan memang tak ada larangan bagi kepala daerah untuk mengecat rambut. Namun, sebagai pejabat negara, mantan Kapolri itu meminta kepala daerah menjaga etikanya.

”Sebaiknya pejabat negara memberikan contoh etika yang baik dan bertindak negarawan. Negarawan itu (termasuk) dalam penampilan,” tutur Tito setelah mengikuti kegiatan Idul Adha di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, kemarin (31/7).

Sebelumnya Pasha pernah mengunggah gaya rambut pirangnya lewat Instagram pada 27 Juli lalu. Dia beralasan, pengecatan dilakukan untuk keperluan pembuatan proyek klip video.

Tito menyatakan, pihaknya mengetahui latar belakang Pasha sebagai musisi atau seniman. Namun, dia tetap meminta pelantun lagu Demi Waktu itu bersikap bijaksana. Sebab, meski berlatar belakang seniman, statusnya sebagai birokrat terus melekat.

Konsekuensinya, tegas Tito, kode etik maupun kultur sebagai pejabat publik tidak bisa diabaikan. ”Jiwa birokrat sekarang lebih kental, tapi jiwa seniman nggak otomatis harus hilang. Tapi bukan berarti mengubah simbol atau penampilan rambut,” tutur pria asal Sumatera Selatan tersebut.

tag: #tito-karnavian  #mendagri  #pasha  #ungu  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita
Aspirasi Abdul Fikri Faqih

Fikri Faqih: Keberadaan BPIP Jangan Sampai Jadi Penafsir Tunggal Seperti BP7

Oleh Alfin Pulungan
pada hari Rabu, 05 Agu 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Komisi Pendidikan (Komisi X) DPR, Abdul Fikri Faqih, mengatakan keberadaan lembaga yang membidangi urusan ideologi Pancasila semestinya tak berupaya membuat ...
Berita

Anggota Panja Sebut Omnibus Law Bisa Kembalikan Investasi Hingga 900 Triliun

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Anggota Panitia Kerja (Panja) Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker), Lamhot Sinaga, menyebut RUU inisiatif pemerintah ini dapat mengembalikan ...