Oleh Sahlan Ake pada hari Minggu, 16 Agu 2020 - 15:44:12 WIB
Bagikan Berita ini :

HUT Kemerdekaan di masa Pandemi, Gus Jazil: Ada Tiga Tantangan yang Perlu Dituntaskan  

tscom_news_photo_1597567452.jpg
Jazilul Fawaid Wakil Ketua MPR (Sumber foto : Dokumen)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyebut tahun lalu atau sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, setiap bulan Agustus di tengah masyarakat terjadi kesemarakan. Di berbagai jalan, gang, dan setiap rumah dipasang bendera merah putih. Mereka juga sibuk mempersiapkan diri mengadakan berbagai lomba dan karnaval yang meriah. Semua dilakukan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Pada Agustus 2020, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyadari pandemi masih mengungkung beberapa wilayah dan kota di Indonesia. Sehingga kemeriahan yang ada setiap bulan Agustus bisa saja tidak terjadi di wilayah dan daerah yang masih masuk zona merah.

“Meski demikian jangan sampai semangat kemerdekaan kita berkurang sedikitpun. Kita harus tetap semangat dalam kondisi apapun,” tambahnya.

Digambarkan bagaimana dulu para pahlawan berkorban dalam suasana yang juga membahayakan diri dan keluarganya namun mereka tetap bersemangat dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia ke-75 di tengah masa pandemi, menurut pria yang akrab disapa Gus Jazil itu ada tiga tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ketiga tantangan itu adalah, ‘pertama’, darurat kesehatan. Dalam masa pandemi semua tidak tahu kapan wabah ini berakhir. “Saat ini dunia menunggu vaksin,” ungkapnya.

Kedua, masalah perekonomian, Gus Jazil menyebut pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah itu. ‘Ketiga’, dan yang tidak boleh dilupakan adalah dunia pendidikan.

“Saya menyebut pemerintah kurang peduli dalam masalah pendidikan dibanding dengan masalah kesehatan dan ekonomi,” ujarnya.

Dalam masa pandemi diakui siswa sekolah menempuh Pembelajaran Jarak Jauh, PJJ. Namun seberapa efektif cara itu.

Dirinya mengandaikan Indonesia bisa pulih dan tumbuh perekonomiannya namun bagaimana bila ekonomi membaik namun generasi yang ada tidak mendapat pendidikan yang memadai.

“Kita ingin menjadi bangsa yang kuat ekonomi, otak cerdas, dan berbadan sehat,” tegasnya. Gus Jazil mengakui ketiga hal tersebut dialami oleh banyak negara dan mereka sekarang sedang mencari metoda khusus untuk menangani.

Disebut dalam bidang kesehatan dan perekonomian pemerintah sudah jelas kebijakannya namun dalam dunia pendidikan Gus Jazil belum melihat secara nyata.

tag: #mpr  #jazilul-fawaid  #pkb  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Dengan Terpaksa, Trump Akhirnya Tinggalkan Gedung Putih

Oleh Rihad
pada hari Rabu, 20 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Donald Trump, Rabu (20/1), akhirnya mengakhiri jabatan sebagai presiden Amerika Serikat dengan meninggalkan kediaman resminya, Gedung Putih di Washington, DC, beberapa ...
Berita

Politikus Hanura ini Sebut Urusan Beras Semakin Gak Karu-karuan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Temuan beras impor di Pasar Cipinang, Jakarta Timur mengakibatkan pasar tradisional menghadapi gempuran beras impor murah.  Inas Nasrullah Zubir politikus partai ...