Oleh Rihad pada hari Minggu, 27 Sep 2020 - 21:46:15 WIB
Bagikan Berita ini :

Secara Teori, Ancaman Tsunami 20 Meter Bukan Hanya di Selatan Jawa

tscom_news_photo_1601221003.png
Ilustrasi tsunami (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Guru Besar Seismolog ITB, Prof. Sri Widiyantoro, Ph. D menyatakan riset yang sempat dilakukannya menguak ancaman tsunami sampai 20 meter di Pantai Selatan Jawa Barat dan 12 meter di Pantai Selatan Jawa Timur.

Tsunami besar ini akan muncul di wilayah seismic gap atau yang jarang mengalami gempa tektonik di sepanjang zona subduksi. Masalahnya, zona subduksi tidak hanya ada di Pantai Selatan Jawa, tetapi memanjang dari Sumatra hingga Papua.

BMKG ,engapresiasi hasil riset para Ahli dari ITB tersebut. Hal itu disampaikan oleh Rahmat Triyono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG). “Kami apresiasi hasil riset tersebut. Para peneliti mengedukasi perihal adanya ancaman kepada masyarakat. Ancaman itu terjadi atau tidak, belum ada yang bisa memprediksi secara tepat kapan terjadinya. Namun adanya potensi itu memang betul,” kata Rahmat Triyono kutip dari Instagram @infobmkg, Minggu, 27 September 2020.

Pernyataan resmi BMKG melalui Instagram selanjutnya berbunyi, “Informasi potensi gempa kuat di Zona Megathrust seperti ini memang rentang memicu keresahan akibat salah pengertian.”

“Masyarakat lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang mestinya harus dilakukan.”

“Kecemasan publik akibat informasi potensi gempa megathrust Selatan Jawa muncul akibat salah paham. Para ahli menciptakan model potensi bencana, yang tujuannya untuk acuan mitigasi.”

Potensi gempa magnitudo (M) 9,1 yang dapat memicu tsunami hingga 20 meter yang dimodelkan oleh ahli ITB tersebut, lanjut keterangan di salah satu unggahan tersebut, adalah skenario terburuk dari Zona Gempa Megathrust.

Skenario terburuk adalah skenario terbaik untuk upaya mitigasi. Jangan sampai mitigasi yang disiapkan berdasarkan skenario dengan potensi ancaman paling kecil.

Perlu diingat bahwa Potensi gempabumi yang dapat memicu tsunami dari zona megathrust ini bukan hanya di Selatan Jawa, namun di seluruh Zona Megathrust dari Barat Sumatera hingga Selatan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Bahkan pada daerah Subduksi Banda, Subduksi Lempeng Laut Maluku, Subduksi Sulawesi, Subduksi Lempeng Laut Filipina dan Subduksi Utara Papua.

Kepala Bidang Mitigasi gempabumi dan Tsunami BMKG , Daryono, kemudian menyarankan upaya mitigasi dalam meminimalkan risiko kerugian, baik ekonomi, maupun keselamatan jiwa. “Meskipun Kajian Ilmiah dan permodelan dapat menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust, pada kenyataannya hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat dan akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi,” ujar dia.

tag: #tsunami  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Advertisement
Top Up Jackcard Kamu Dengan JakOne Mobile
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - Bantu Negeri Peduli Pendidikan Masa Pandemi
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Ragam

Gelar Pertukaran Mahasiswa Nasional secara Daring di Saat Pandemi, Untar Raih Rekor MURI

Oleh windarto
pada hari Senin, 19 Okt 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Universitas Tarumanagara (UNTAR) meraih Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas Program Pertukaran Mahasiswa Nasional (PMN) 2020 secara Daring oleh Perguruan Tinggi ...
Ragam

Putri Anies Raih Gelar Sarjana Hukum dari UI

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Mutiara Annisa Baswedan, putri tertua Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu Sarjana Hukum di Universitas Indonesia. Dalam ...