Oleh Givary Apriman pada hari Kamis, 01 Okt 2020 - 15:33:29 WIB
Bagikan Berita ini :

Fraksi Demokrat Prihatin Soal Tindakan Vandalisme Mushola di Tanggerang

tscom_news_photo_1601538557.jpg
Anggota Komisi VIII DPR RI Hasani Bin Zuber (Sumber foto : Teropong Senayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Tindakan vandalisme, berupa perusakan fasilitas serta mencoreti dinding musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dengan kata rasis, mengundang keprihatinan dari Anggota Komisi VIII Hasani Bin Zuber.

Hal tersebut dikarenakan pelaku vandalisme yang bernama Satrio masih berusia 18 tahun yang telah ditangkap polisi adalah seorang pemeluk Islam.

Melihat usia pelaku yang masih muda, Hasani melihat tindakan Satrio adalah salah satu bukti betapa bahaya belajar ilmu agama lewat media sosial dan aplikasi online.

Menurut keterangan keluarga kepada polisi, Satrio yang tengah belajar ilmu psikologi di sebuah universitas, adalah anak yang introvert dan sering mengalami bullying.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, sikapnya berubah menjadi reaktif dan emosional setelah kerap terlihat menonton video pengajian di situasi video online youtube.

"Hati-hati belajar agama secara daring. belajar agama wajib dibimbing seorang guru. Agar ketika ada pemahaman yang keliru, gurulah yang akan mengarahkannya," kata Hasani saat dihubungi, Kamis (01/10/2020).

Apa pun penyebab yang membuat Satrio nekat melakukan vandalisme, Ketua PC GP Ansor Bangkalan tersebut sangat mendukung penuh polisi mengusut dengan tuntas kasus itu, agar tak lagi dimanfaatkan pihak tertentu yang kemudian dikaitkan dengan isu-isu kebangkitan PKI yang selalu menghangat tiap Oktober tiba.

"Saya mengapresiasi polisi yang cepat mengungkap kasus ini dan menjerat pelaku dengan pasal penodaan agama. Sehingga isunya tidak liar kemana-mana," tuturnya.

Polisi menangkap Satrio setelah beberapa jam mencoret-coret dinding tembok dan lantai musala dengan cat hitam. Tulisannya, “saya kafir, anti Islam, anti khilafah, tidak ridho"."

Coretan-coretan itu diketahui saat Rifki Hermawan, 18 tahun, warga setempat, saat hendak azan Asar dan mendapati musala acak-acakan. Selain coretan di dinding dan lantai, Rizki juga menemukan sobekan lembaran Alquran dan sajadah digunting.

Karena kondisi musala seperti itu, Rizki urung azan dan melapor kepada Samsu Firman, 49 tahun, dan Suhadi, 48 tahun. Bertiga mereka membawa sobekan lembar Alquran dan guntingan sajadah. Tak berapa lama petugas Polsek Pasar Kemis datang, kemudian musala dibersihkan sehingga salat Magrib bisa dilaksanakan.

Ade mengatakan pelaku ditangkap berdasarkan keterangan saksi-saksi yang melihat pelaku keluar dari musala, barang bukti seperti cat, kantong kresek, lukisan, sajadah dan Alquran.

tag: #dpr  #fraksi-demokrat  #komisi-viii  #vandalisme  #agama  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Lewat DPR RI, Bambang Patijaya Bantu Perjuangkan Nasib Guru Honorer di Babel

Oleh Sahlan Ake
pada hari Jumat, 04 Des 2020
PANGKALPINANG (TEROPONGSENAYAN) --Anggota DPR RI Bambang Patijaya menyatakan tekad dan kesiapannya untuk mengawal perjuangan para guru honorer dan tenaga kependidikan non kategori di atas usia 35 ...
Berita

Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, DPR: Pepera Itu Sudah Final

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin berharap agar kegaduhan dan polemik soal Papua dihentikan. Menurutnya, saat ini Provinsi Papua sudah resmi menjadi ...