Oleh Alfin Pulungan pada hari Rabu, 28 Okt 2020 - 09:45:17 WIB
Bagikan Berita ini :

Peringati Hari Sumpah Pemuda, BPIP Gandeng UI dan AGPAII Gelorakan Pelajar Penggiat Pancasila

tscom_news_photo_1603853080.jpg
BPIP usai penyematan Pin Pelajar Penggiat Pancasila dalam memperingati sumpah pemuda, Selasa, 27 Oktober 2020. (Sumber foto : Humas BPIP)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gerakan Moral Sadar Demokrasi dan Kewarganegaraan (Geradasi Warna) Universitas Indonesia (GW UI) dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) untuk berkomiten membangun karakter bangsa terutama pada Generasi Muda tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA).

Momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun 2020, bahkan BPIP, UI dan AGPAII telah memberikan penghargaan kepada ratusan pelajar di 34 Provinsi sebagai Pelajar Penggiat Pancasila.

Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi mengatakan pembinaan karakter bangsa pada generasi muda merupakan suatu keniscayaan.

"Pembinaan pada mereka ini merupakan keniscayaan, bukan hanya karena jumlah mereka signifikan, hampir mencapai 25 persen dari total penduduk 65,7 juta orang", katanya saat membuka acara Penyematan Pin Pelajar Penggiat Pancasila dalam memperingati sumpah pemuda, Selasa, 27 Oktober 2020.

Menurut Yudian, lewat Sumpah Pemuda 1928, pemuda dari berbagai latar belakang Agama dan kesukuan memberikan fondasi kuat bagi berdirinya bangsa Indonesia merdeka yang pertama kali berteriak lantang menyebut Indonesia sebagai identitas bersama.

"Dengan tiga sumpahnya bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu. Identitas bersama ini, menjadi ancaman terbesar bagi kolonialisme dan menjadi pondasi perjuangan terwujudnya Republik ini sehingga semangat dan kesadaran bersama ini perlu kita tumbuhkan" kata dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School ini.

Yudian berharap komitmen ini menjadi sasaran menuju Indonesia emas 2045 dengan mengedepankan generasi yang berkualitas, memilki kapasitas sekaligus karakter yang agamis, resilien, memiliki empati sosial dan memiliki jiwa kepemimpinan.

"Saya ucapkan selamat kepada para pelajar yang terpilih sebagai pelajar penggiat Pancasila, semoga menjadi role model bagi pelajar lainnya dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing", tutup Yudian.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Geradasi Warna UI, Reni Suwarso, mengatakan pembangunan karakter ini salah satunya adalah untuk mengatasi persoalan di Indonesia yang melibatkan generasi muda.

"Seperti kita ketahui Indonesia ini di rumun oleh banyak persoalan salah satunya permasalahan ideologi yang mengatasnamakan berbagai agama, berbagai paham dengan tujuan tujuannya masing-masing. Untuk itu kita harus memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia," terangnya.

Sasaran program ini adalah generasi milenial dan generasi Z dan gerakan ini menjadi bagian dari program Kampus Merdeka dan Program Menteri Pendidikan yang menjadi ruang dalam mengatasi persoalan-persoalan Bangsa.

"Saya ucapkan terima kasih banyak kepada BPIP dan semua jajarannya yang sangat mendukung gerakan ini jadi gerakan ini merupakan satu terobosan pertama untuk memperkuat generasi muda Indonesia untuk membangun Negerinya", tambah Reni saat diwawancarai wartawan.

Ia mengungkapkan strategi ke depan untuk memperkuat pembinaan dan bimbingan kepada 100 pelajar terpilih tersebut pihaknya akan terus berkolaborasi dengan BPIP dan AGPAII.

"Karena BPIP sudah memiliki standarisasi materi, metode dan konsep Pembinaan Ideologi Pancasila maka perlu penyempurnaan kurikulum di setiap tingkat Pendidikan," katanya.

Ia juga berharap program ini tidak hanya milik satu lembaga Pendidikan, melainkan seluruh Perguruan Tinggi lainnya di Indonesia.

Ketua Umum DPP AGPII Marhan Marbawi mengatakan program ini merupakan titik awal untuk membumikan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan karakter pelajar.

"Bagaimana Pancasila ini diinterpretasikan secara kekinian sesuai karakter pelajar, sehingga tidak monoton seperti dulu," ujarnya.

Ia mengharapkan generasi Pelajar penggiat Pancasila ini mampu membangun wacana narasi kebangsaan dalam platform media online maupun offline. "Ini sangat Penting untuk kontestasi Ideologi di ruang Publik apalagi di era digital saat ini," pungkasnya.

tag: #sumpah-pemuda  #bpip  #pancasila  #universitas-indonesia  #agpaii  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Gatot Nurmantyo : Yang Dilakukan Pangdam Jaya Tidak Mewakili TNI

Oleh Givary Apriman
pada hari Jumat, 27 Nov 2020
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengatakan bila salah satu doktrin TNI tentang Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Kemanan Rakyat Semesta) sejatinya ...
Berita

RS Ummi Harus Tes Swab Habib Rizieq dan Segera Umumkan Hasilnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dikabarkan sejak Rabu (25/11) menjalani perawatan di di RS Ummi Bogor. Sebelumnya, Habib Rizieq juga menjalani ...