Oleh Alfin Pulungan pada hari Jumat, 30 Okt 2020 - 00:39:03 WIB
Bagikan Berita ini :

Gus Yaqut Raih Penghargaan 'Freedom of Speech' di Ajang Teropong Democracy Award 2020

tscom_news_photo_1603993129.jpeg
Politikus PKB, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut). (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yaqut Cholil Qoumas, diganjar penghargaan "Best Freedom of Speech" dalam ajang Teropong Democracy Award (TDA) 2020, Rabu, 28 Oktober 2020. Acara yang bertepatan dengan momen Sumpah Pemuda ini digelar oleh Media Teropong Senayan dan berlangsung secara virtual.

Yaqut, atau yang biasa disapa Gus Tutut, meraih penghargaan di samping beberapa tokoh politik lainnya, seperti politikus Partai Demokrat Benny K Harman dan politikus Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera. Oleh tim juri, mereka dinilai memenuhi indikator penilaian yang meliputi: responsif terhadap isu-isu aktual, kritis menyuarakan aspirasi masyarakat, serta mendorong akselerasi penyelesaian persoalan negara.

Gus Tutut merupakan kader Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor. Kini, Tokoh muda asal Rembang, Jawa Tengah ini menduduki kursi sebagai Wakil Ketua Komisi Pemerintahan (Komisi II) di DPR RI.

Selama menjabat sebagai pimpinan Komisi II DPR itu, Gus Tutut dinilai mempunyai perhatian besar terhadap jalannya demokrasi, terutama soal Pilkada Serentak 2020 yang akan diselenggarakan saat Indonesia tengah dirundung wabah COVID-19.

Sejumlah pegiat demokrasi termasuk para ahli kesehatan mengkritik jalannya pilkada di tengah pandemi karena berpotensi terjadinya kluster penyebaran virus. Kekhawatiran akan penularan virus ini menurut mereka akan berpengaruh terhadap partisipasi masyarakat dalam pilkada sehingga pada gilirannya mengancam ketahanan demokrasi.

Hal itu pun turut diakui Gus Tutut. Ia bahkan berani mengatakan bahwa kualitas demokrasi di Pilkada Serentak 2020 akan memburuk karena pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi yang dinilai terlalu menguntungkan calon petahana. Musabab lain atas hal tersebut adalah turunnya partisipasi masyarakat.

"Incumbent punya banyak akses menyalurkan bantuan bagi masyrakat yang terdampak Covid. Sehingga ini dalam ujungnya membuat kualitas demokrasi memburuk karena incumbent lebih diuntungkan daripada penantang," kata Gus Tutut dalam diskusi virtual Iluni Universitas Indonesia, Jumat, 23 Oktober 2020 lalu.

Rihad Wiranto


Hal ini senada dengan yang dikatakan Ketua Tim Penyelenggara TDA 2020, Rihad Wiranto bahwa tantangan terbesar Indonesia sepanjang 2020 adalah mewujudkan ketahanan demokrasi. Menurutnya, dengan upaya membangun ketahanan demokrasi, maka sistem politik demokratis baik secara prosedural maupun substantif dapat terus meningkat kualitasnya.

Pandemi Covid-19 serta sejumlah isu perundang-undangan dinilai menjadi sebab yang paling mempengaruhi dinamika demokrasi selama 2020. Dalam kondisi yang rumit itu, kata Rihad, teladan demokrasi amat dibutuhkan sebagai bintang penuntun untuk membawa demokrasi Indonesia ke arah yang diharapkan bersama.

"Ketahanan demokrasi sangat terkait dengan keberhasilan mewujudkan komitmen berdemokrasi. Maka, penyelenggara negara berikut juga masyarakat sipil perlu mengawal demokrasi. Jika tidak, maka bisa berdampak buruk terhadap ketahanan demokrasi," ucap Rihad.

Meski begitu, lanjut Rihad, patut diakui selama ini ada beberapa sosok maupun golongan yang "diam-diam" maupun terang-terangan berupaya membangun jalan demokrasi yang terarah. Hal itu semata-mata demi mewujudkan ketahanan demokrasi yang sejak 1945 menjadi dambaan sistem politik di Indonesia.

Upaya mereka dalam berkontribusi dan mempertahankan demokrasi ditunjukkan dalam kapasitasnya masing-masing baik secara eksekutif, legislatif, dan bahkan independen. Atas dasar itu, apresiasi dirasa perlu diberikan agar komitmen mempertahankan demokrasi dipandang sebagai ikhtiar yang harus terus-menerus dilakukan.

"Pada gilirannya, ketahanan demokrasi juga sangat bergantung pada sukses atau gagalnya demokrasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga negara," ujar Rihad.

Pada ajang penghargaan yang disemarakkan bersama dengan Hari Sumpah Pemuda ini, Rihad mengatakan sejumlah sosok dan kelompok partai politik masuk ke dalam daftar "Teladan Demokrasi 2020" yang dipersembahkan oleh Teropong Senayan.

"Apresiasi ini berangkat dari kesadaran berdemokrasi yang belakangan mendapat tantangan besar, serta selain sebagai cara mempromosikan nilai demokrasi yang ditunjukkan oleh para penerima penghargaan ini," tuturnya.

"Teladan demokrasi merupakan suatu kebutuhan karena demokrasi mendorong munculnya eksplosi harapan untuk kehidupan lebih baik, khususnya di negara-negara yang relatif baru dalam menerapkan demokrasi seperti Indonesia," imbuh Pemimpin Redaksi Teropong Senayan ini.

Berikut daftar peraih penghargaan Teropong Democracy Award 2020 versi Teropong Senayan:

A. Kategori Nasional Figure

1. KH. Ma"ruf Amin (Wakil Presiden RI)
2. Sudirman Said (Sekjen PMI/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia periode 2014-2016)
3. Abraham Samad (Ketua KPK periode 2011-2015)


B. Kategori Voices Of Democracy

1. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
2. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
3. Fraksi Partai Demokrat
4. Fraksi Partai Amanat Nasional


C. Kategori Hope of Democracy

1. Jazuli Juwaini (Anggota Komisi I DPR RI)
2. Edhie Baskoro Yudhoyono (Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI)
3. Ahmad Riza Patria (Wakil Gubernur DKI Jakarta)


C. Kategori Best Freedom of Speech

1. Lamhot Sinaga (Anggota Komisi VI DPR RI)
2. Irwan (Anggota Komisi V DPR RI)
3. Yorrys Raweyai (Anggota DPD RI daerah pemilihan Papua)
4. Benny K. Harman (Anggota Komisi III DPR RI)
5. Herman Khaeron (Anggota Komisi VI DPR RI)
6. Syariefuddin Hasan (Wakil Ketua MPR RI)
7. Alien Mus (Anggota Komisi IV DPR RI)
8. Yaqut Cholil Qoumas (Wakil Ketua Komisi II DPR RI)
9.Mardani Ali Sera (Anggota Komisi II DPR RI)


E. Kategori Rising Star of Democracy

1. Bambang Soesatyo (Ketua MPR RI)
2. Benny Rhamdani (Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia)
3. Agus Harimurti Yudhoyono (Ketua Umum Partai Demokrat)
4. Ahmad Syaikhu (Anggota Komisi V DPR RI)

tag: #teropong-democracy-award-2020  #freedom-of-speech  #gus-yaqut  #demokrasi  #pkb  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Ambroncius Nababan Akhirnya Minta Maaf kepada Pigai, Warga Papua, dan Jokowi

Oleh Rihad
pada hari Selasa, 26 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setelah mendapat kecaman berbagai pihak, Ambroncius Nababan memberikan klarifikasi terkait dugaan postingan rasisme terhadap Natalius Pigai. Ia menyebut, postingannya kepada ...
Berita

Polisi Bilang Habib Rizieq Sehat, Pengacara Bilang Sakit Maag

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menerangkan bahwa Rizieq Shihab masih berada di Rutan Bareskrim Polri dan kondisinya sehat ...