Oleh Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru pada hari Rabu, 11 Nov 2020 - 07:21:34 WIB
Bagikan Berita ini :

HRS: Masih Adakah Rekayasa untuk Menjeratnya?

tscom_news_photo_1605054094.jpg
Fuad Bawazier Menteri Keuangan Era Orde Baru (Sumber foto : Istimewa)

Ironis, musuh-musuh HRS khususnya yang ada di pemerintahan ini, karena kebenciannya pada Islam dan kepada ulama, maupun karena kecintaannya pada kursi jabatannya, justru telah berhasil membesarkan tokoh HRS.

Insha Allah semakin mereka memusuhi dan meneruskan kejahatan dan fitnahnya kepada HRS justru HRS semakin moncer.

Dan para pemfitnah HRS itu, dengan segala upaya rekayasanya pastilah kini semakin gelisah dan kebingungan sendiri.

Ibaratnya semakin ngos-ngosan, bicaranya suka nglantur.
Kekuatan HRS adalah karena istikomah, tidak berburu kursi jabatan, tidak mau di sogok harta maupun jabatan. Barang yang amat langka.

Istikomah memerangi ketidakadilan dan menyerukan revolusi akhlak. Seruan yang sejalan dengan misi Nabi Besar Muhammad saw yaitu diutus Allah Swt untuk memperbaiki akhlak manusia.

Semoga tidak ada lagi upaya merekayasa kasus-kasus untuk HRS. Counter productive. Hanya akan menimbulkan kemarahan rakyat.

Bukan saja dari para pendukungnya yang berjuta-juta itu tapi juga dari mereka yang selama ini netral bisa berubah menjadi pembela fanatik HRS sebab rakyat yang lagi hidup susah semakin sensitif dan sudah bosan dengan kedholiman dan ketidakadilan hukum serta dugaan rekayasa hukum. Termasuk dugaan perlindungan penguasa kepada para penjahat korupsi dan politik khususnya kasus Harun Masiku.

Rasanya tidak masuk akal bila Pemerintah khususnya penegak hukum tidak berdaya menangkap Harun Masiku.

Logis saja bila kemudian menimbulkan macam macam dugaan atau spekulasi seperti siapakah yang melindungi Harun Masiku? Atau jangan-jangan Masiku sudah di bunuh, dll.

Lebih baik menyelesaikan kasus kasus yang nyata itu daripada melayani hasrat atau nafsu oknum-oknum yang ingin ngotak ngatik HRS yang hanya merepotkan aparat penegak hukum dan justru bisa mengganggu pemulihan ekonomi.

Selamat datang HRS. Selamat berdakwah, berdakwah dan hanya berdakwah.

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan teropongsenayan.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi teropongsenayan.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

tag: #  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
DD BERBAGI
advertisement
HUT RI M HAEKAL 2026
advertisement
HUT RI SOKSI 2026
advertisement
HUT RI H. IWAN D ARAS 2026
advertisement
HUT RI BAMBANG PATIJAYA
advertisement
HUT RI A NAJIB 2026
advertisement
Lainnya
Opini

Tantangan Mundur Pimpinan DPR Bukan Hal yang Luar Biasa, yang Lebih Penting Jangan Sampai Lahir UU Perampasan Aset yang Berbahaya bagi Rakyat

Oleh Didi Irawadi Syamsuddin, S.H.,LL. M
pada hari Kamis, 03 Sep 2026
Ada sesuatu yang terdengar heroik dari Senayan. Pimpinan DPR menyatakan siap meletakkan jabatan, bahkan mundur sebagai anggota DPR, apabila RUU Perampasan Aset tidak selesai paling lambat 15 ...
Opini

NU PERNAH MENJADI “REAL” KEKUATAN MORAL Menyambut Gus Kikin dan Tantangan Mengembalikan Wibawa Moral NU

Ada sesuatu yang menarik dari perjalanan sejarah Nahdlatul Ulama (NU) dan Tebuireng. Tebuireng bukan sekadar tempat berdirinya salah satu pesantren penting dalam sejarah Islam Indonesia. Di tempat ...