Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 17 Nov 2020 - 19:05:43 WIB
Bagikan Berita ini :

Ini Sosok Dinilai Pantas Jadi Calon Kapolri

tscom_news_photo_1605614743.jpg
Ketua Umum Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Irjen Pol (purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, S H, M H (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Irjen Pol (purn) Drs. H. Eddy Kusuma Wijaya, S H, M H angkat bicara persoalan bursa calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) pengganti jendral Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada januari 2021 mendatang.

Menurut Eddy, ada beberapa nama yang disebut-sebut masuk sebagai calon kuat dalam bursa calon Kapolri.

Eddy menilai, kalau melihat rekam jejak saat ini yang paling tepat adalah Komjen Boy Rafli Amar Akpol 88 yang sekarang ini menjabat Kepala BNPT.

”Dari rekam jejak kinerja Boy Rafli ini patut di apresiasi. Salah satu yang pernah ditangani dalam tugasnya sebagai anggota Densus Polri yakni menangani kasus Bom Bali dengan para pelakunya Amrozi, Imam Samudra, Muklas, Ali Imron, Doktor Azhari ,Nurdin M Top dan ustadz Abubakar ba’sir, ketua pesantren Ngeruki Solo yang dulu membaiat orang-orang atau pelaku-pelaku Bom Bali," katanya, Selasa (17/11/2020).

Eddy juga menyebutkan, kredibilitas Komjen Pol. Boy Rafli, memulai karier profesinya di Polri sebagai Reserse Polri mulai dari pangkat Pama hingga pangkat Jendral Polisi. Kasus yang di tangani cukup banyak, kasus yang menonjol di tangani antara lain kasus bom dan terorisme. Mulai dari kasus Bom Bali dan kasus Bom-bom lain nya.

Dia juga ikut menangani masalah sparatis di beberapa daerah di Indonesia dan kasus kriminal besar lain nya, karena beliau lama pengalaman bertugas di Densus 88 Polri

”Kredibilitas nya sangat baik di segi mental dan moral serta tidak perlu di ragukan lagi yang lebih penting dan utama setia pada negara dan pimpinannya, hal ini sangat penting di dalam presiden menunjuk seorang pembantunya di samping Profesionalisme,” terangnya.

Eddy juga melihat dari beberapa calon Kapolri yang akan datang antara lain dari segi kepangkatan yakni:

1. Komjen Pol Agus Andrianto Akpol 98 yang sekarang menjabat Kabarkam.

2. Komjen Rycko Akpol 88 yang sekarang menjabat Kabid.

3. Komjen Boy Rafli Amar Akpol 88 yang sekarang menjabat Kepala BNPT.

4. Komjen Listyo Sigit Akpol 91 yang sekarang menjabat Kabareskrim. Dari segi pengalaman masih junior.

5. Komjen Pol Gatot Eddy Pramono Akpol 88 yang sekarang menjabat Wakapolri.

6. Komjen Heru Winarko Akpol 85 yang sekarang menjabat sebagai Kepala BNN.

7. Komjen Pol Arief Sulistyanto Akpol 87 yang sekarang menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Mabes Polri dan meninggalkan posisi Kabareskrim Polri.

Sementara kandidat berbintang 2 ada beberapa nama, yaitu :

8. Kapolda Jateng Ahmad Luthfi Lulusan Sepamilsuk Polri 1989 berpengalaman dalam bidang intel.
9. Kapolda metro jaya Irjen Pol Fadil Imran Akpol 91.

tag: #kapolri  
Bagikan Berita ini :
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Advertisement
TStrending
#1
Berita

23 Lansia Meninggal Setelah Divaksin Buatan Pfizer

Oleh
pada hari Sabtu, 16 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setidaknya 23 orang Norwegia meninggal setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak berwenang pada hari Kamis ...
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Efikasi Sinovac 65,3 Persen, Apa Artinya? Inilah Penjelasan IDI

Oleh Rihad
pada hari Minggu, 17 Jan 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Masih terdapat masyarakat yang ragu disuntik vaksin Sinovac. Sebab, berdasarkan uji klinis di Bandung, vaksin Sinovac memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran ...
Berita

Pemerintah Diminta Jangan Tebang Pilih dalam Menegakkan Protokoler Kesehatan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan, menyoroti efektifitas langkah Pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19. Pasalnya, jumlah kasus harian ...