Oleh Rihad pada hari Sabtu, 16 Jan 2021 - 09:17:08 WIB
Bagikan Berita ini :

23 Lansia Meninggal Setelah Divaksin Buatan Pfizer

tscom_news_photo_1610763428.jpg
Ilustrasi vaksin untuk lansia (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Setidaknya 23 orang Norwegia meninggal setelah menerima suntikan vaksin Covid-19 buatan Pfizer/BioNTech. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak berwenang pada hari Kamis (14/1/2021).

Melansir Anadolu Agency, 13 kematian di antaranya kemungkinan terkait dengan efek samping vaksin.

Menurut Badan Pengawas Obat Norwegia, kesemua 13 orang tersebut berusia di atas 80 tahun.

Dikatakan bahwa efek samping umum dari vaksin Pfizer/BioNTech, seperti demam dan mual, mungkin telah menyebabkan kematian beberapa pasien lanjut usia.

Direktur medis Badan Pengawasan Obat Norwegia Steinar Madsen, mengatakan kepada penyiar nasional NRK, bersama dengan 13 kematian, ada pula sembilan kasus efek samping yang serius dan tujuh kejadian efek samping yang tidak terlalu serius telah dicatat.

Norwegia memulai vaksinasi Covid-19 bulan lalu, tepat setelah vaksin Pfizer/BioNTech disetujui oleh European Medicines Agency.

Hampir 33.000 orang sejauh ini telah menerima dosis di negara tersebut, menurut data oleh pelacak OurWorldInData yang berbasis di Inggris.

Angka terbaru menunjukkan beban kasus virus Norwegia saat ini mencapai 57.736, termasuk 511 kematian.

Pejabat setempat menyampaikan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer mungkin terlalu berisiko untuk orang yang sangat tua dan sakit parah.

“Bagi mereka yang memiliki keparahan, bahkan efek samping vaksin yang relatif ringan dapat menimbulkan konsekuensi yang serius,” kata Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia seperti dikutip Nation.com pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Rekomendasi tersebut tidak berarti orang yang lebih muda dan lebih sehat harus menghindari vaksinasi. Akan tetapi ini merupakan indikasi awal tentang apa yang harus diperhatikan ketika negara-negara mulai mengeluarkan laporan pemantauan keamanan pada vaksin COVID-19.

Kepala European Medicines Agency, Emer Cooke, mengatakan, akan melacak keamanan vaksin COVID-19 terutama yang mengandalkan teknologi baru seperti messenger RNA (materi genetik) karena menjadi salah satu tantangan terbesar setelah suntikan diluncurkan secara luas.

Sebelumnya, sembilan pasien yang mengalami efek samping yang serius mengeluhkan reaksi alergi, rasa tidak enak badan yang kuat dan demam yang parah. Tujuh efek samping yang tidak terlalu serius termasuk rasa sakit yang parah di tempat suntikan.

Namun, Badan Obat Norwegia memeringatkan pihak berwenang untuk memertimbangkan dengan cermat urutan vaksinasi COVID-19.

“Dokter sekarang harus hati-hati memertimbangkan siapa yang harus divaksinasi. Mereka yang sangat lemah dan di akhir hayat dapat divaksinasi setelah penilaian individu,” kata Madsen.

Ini sejalan dengan rekomendasi yang dikeluarkan kembali oleh Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia awal pekan ini.

tag: #vaksin  
Bagikan Berita ini :
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Advertisement
Indonesia Digital Network 2021
advertisement
Dompet Dhuafa - teropongsenayan.com - ZAKAT
advertisement
Dapatkan HARGA KHUSUS setiap pembelian minimal 5 PACK
advertisement
The Joint Lampung
advertisement
Lainnya
Berita

Mantan Panglima GAM Dukung Kepemimpinan AHY Ketum Demokrat

Oleh Sahlan Ake
pada hari Minggu, 07 Mar 2021
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Umum Partai Aceh sekaligus mantan Panglima GAM Muzakir Manaf menyambangi kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, Sabtu (6/3/2021) ...
Berita

Apa Yang Terjadi Jika Kubu Moeldoko Lapor ke Pemerintah? Ini Penjelasan Mahfud MD

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)-Munculnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang menimbulkan dualisme kepemimpinan. Selain ada Moeldoko, Ketua Umum Demokrat ...