Oleh Sahlan Ake pada hari Selasa, 20 Jan 2026 - 13:59:41 WIB
Bagikan Berita ini :

TB Hasanuddin Dorong Diplomasi Aktif Indonesia Cegah Eskalasi Perang Global

tscom_news_photo_1768892381.jpg
TB Hasanuddin Anggota Komisi I DPR RI (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Menanggapi pernyataan Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai peringatan tersebut patut menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan parlemen.

TB Hasanuddin menyampaikan bahwa secara realistis Indonesia memang tidak dapat mencegah perang dunia sendirian, terlebih konflik berskala global. Namun demikian, Indonesia tetap memiliki ruang dan peran strategis untuk melakukan upaya signifikan, khususnya melalui jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

“Indonesia memiliki posisi moral dan politik yang kuat sebagai negara nonblok dan pengusung perdamaian dunia. Peran ini harus terus dioptimalkan,” ujar TB Hasanuddin, Selasa (20/1/2026).

Ia mendorong Kementerian Luar Negeri untuk mengaktifkan secara maksimal seluruh jajaran diplomatik Indonesia di berbagai forum internasional.

Menurutnya, para diplomat Indonesia, khususnya yang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), perlu lebih aktif membangun dan mewarnai suasana kebatinan perdamaian, serta mendorong dialog dan deeskalasi konflik global.

Selain itu, TB Hasanuddin juga menekankan pentingnya peran perwakilan diplomatik Indonesia di berbagai negara untuk melakukan pendekatan serupa, menyesuaikan dengan konteks dan dinamika politik di negara tempat mereka bertugas.

Tidak hanya melalui jalur resmi negara, TB Hasanuddin menilai organisasi masyarakat sipil dan LSM perdamaian juga perlu dihidupkan kembali dan dilibatkan secara aktif. Ia mencontohkan gerakan seperti Gong Perdamaian yang selama ini membawa pesan simbolik dan moral tentang pentingnya persatuan dan perdamaian dunia.

“Upaya perdamaian tidak cukup hanya melalui pemerintah. Partisipasi masyarakat sipil dan gerakan perdamaian juga harus diperkuat,” katanya.

Lebih lanjut, TB Hasanuddin menekankan bahwa diplomasi parlemen juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas global. Menurutnya, parlemen Indonesia dapat menjalin komunikasi dan kerja sama dengan parlemen negara lain guna mendorong dialog, membangun kepercayaan, dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian dunia.

“Diplomasi antar parlemen adalah jalur penting yang sering luput diperhatikan, padahal potensinya besar untuk meredam ketegangan antarnegara,” tegasnya.

TB Hasanuddin berharap seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, parlemen, diplomat, maupun masyarakat sipil, dapat bersinergi dalam memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan perdamaian dunia, di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik global saat ini.

Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan kepada semua pihak, baik pihak dalam negeri maupun luar negeri, bahwa tanda-tanda terjadinya Perang Dunia Ketiga sudah bermunculan.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," kata SBY dalam sebuah cuitan di akun X-nya @SBYudhoyono, Senin (19/1/2026).

tag: #pdip  #tb-hasanuddin  #dpr  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
Leap Telkom Digital
advertisement
PRAY SUMATRA
advertisement
We Stand For Palestinian
advertisement
DD MEMULIAKAN ANAK YATIM
advertisement